Text
analisis usaha agroindustri dan pemasaran es cendol durian bang kibo di kecamatan sukajadi kota pekanbaru provinsi riau
ALEXSANDER HUTABARAT (214210175), Analisis Usaha Agroindustri dan Pemasaran Es Cendol Durian Bang Kibo di Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Di Bawah Bimbingan Bapak Assoc. Prof. Dr. Fahrial, SP., SE., ME Usaha agroindustri dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan pendapatan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1) karakteristik pengusaha dan tenaga kerja dan profil usaha, 2) penggunaan bahan baku dan penunjang, proses produksi, teknologi produksi dan penggunaan tenaga kerja, 3) biaya produksi, produksi, pendapatan, efisiensi usaha dan nilai tambah, 4) lembaga, saluran, fungsi, biaya, margin, keuntungan dan efisiensi pemasaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode studi kasus dengan responden pengusaha dan tenaga kerja. Metode analisis yang digunakan yaitu metode kuantitatif, kualitatif dan Hayami. Hasil penelitian menunjukkan 1) umur pengusaha 38 tahun, umur tenaga kerja rata-rata 24 tahun. Lama pendidikan pengusaha 12 tahun, tenaga kerja 9 dan 12 tahun. Lama pengalaman usaha pengusaha 13 tahun, tenaga kerja 1 dan 2 tahun. Tanggungan keluarga pengusaha 3 jiwa dan tenaga kerja tidak ada. Profil usaha berdiri pada tahun 2018 hingga saat ini. Skala usaha industri rumah tangga. Modal usaha dengan modal sendiri. Teknologi yang digunakan masih sederhana. Jumlah tenaga kerja 4 orang termasuk pengusaha, 2) penggunaan bahan baku 1 kali proses produksi cendol 17 kg dan bahan penunjang meliputi: santan 13 kg, gula merah 10 kg, daging durian 30 box, es kristal 20 kg, susu 4 kaleng, cup 1 isi 50, kantong plastik 1 isi 50, gas 1 kg dan sendok plastik 1 isi 50, 3) total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 1.919.797/proses produksi. Pendapatan kotor sebesar Rp 3.060.000/proses produksi dan pendapatan bersih sebesar Rp 1.140.203/proses produksi. Return Cost Ratio (RCR) yang diperoleh sebesar 1,59 dan nilai tambah cendol Rp 23.938/kg, santan Rp 7.516/kg, gula merah Rp 15.194/kg, daging durian Rp 140.502/kg, es kristal Rp 2.916/kg, susu Rp 147/kg dan total keseluruhan nilai tambah Rp 190.213/kg. 4) lembaga pemasaran yang terlibat yaitu pengusaha dan konsumen. Saluran pemasaran hanya dari pengusaha ke konsumen. Fungsi pemasaran yaitu pembelian, penjualan, pengemasan dan informasi pasar. Biaya pemasaran sebesar Rp 780. Margin pemasaran tidak memiliki margin. Keuntungan tidak memiliki keuntungan pemasaran. Efisiensi pemasaran sebesar 4,33%.
No other version available