Text
Analisis Pressure Temperature Heating Up pada Well Completion Test Geothermal di Sumur X Lapangan TLG
Dalam konteks strategis untuk memajukan pemanfaatan energi berkelanjutan pengembangan lapangan TLG telah memasuki fase dengan selesainya pengeboran. Sumur X lapangan TLG merupakan sumur geothermal yang baru dilakukannya tahap pemboran. Setelah tahap pengeboran berakhir, sumur X tidak bisa langsung dioperasikan, melainkan serangkaian evaluasi teknis yang dikenal sebagai pengujian komplesi. Perlunya pengujian komplesi bertujuan untuk pengambilan data penting seperti data pemboran, data hasil pengukuran dan data karakteristik reservoir. Pengujian komplesi sumur termasuk salah satu tahapan dalam pengujian sumur. Kegiatan pengujian komplesi pada sumur geothermal berfungsi untuk menentukan apakah sumur tersebut mempunyai potensi untuk menjadikan sumur produksi. Masalah di lapangan terjadi karena kapasitas dari turbin sangatlah besar dan perlunya tambahan energi, maka dari itu penambahan sumur di lapangan TLG akan dilakukan. Keputusan untuk menambahkan sumur baru ini sendiri lahir dari sebuah tantangan operasional di lapangan, kapasitas terpasang dari turbin pembangkit listrik sangatlah besar, sehingga memerlukan pasokan uap panas (energi) tambahan yang signifikan agar dapat beroperasi secara optimal dan efisien. Salah satu metode uji komplesi yakni pressure temperature heating up, metode ini dapat menghitung berapa banyak persentase dari kualitas uapnya dalam sifat termodimanika. Dalam melakukan metode tersebut, sumur harus dalam keadaan mati (shut-in) dikarenakan dalam perekaman berlangsung pengujian menggunakan gelombang suara. Uji PT Heating Up (Pressure Temperature Heating Up) bertujuan untuk mengetahui tekanan dan temperatur di setiap kedalamannya pada sumur sebelum melakukannya uji produksi. Maka dari itu data dari pengujian pressure temperature heating up sangatlah penting untuk pengujian produksi nantinya. Hasil pengujian menunjukkan sumur X lapangan TLG termasuk jenis reservoir dua fasa dengan parameter termodinamika seperti tekanan = 67,97 bar, temperatur = 279,47 ?, entalpi (h) = 2350 kJ/kg, entropi (s) = 5,0664 kJ/kg°K, energi internal (u) = 2209,16 kJ/kg, volume spesifik (v) = 0,02075 m^3/kg, dan kualitas uap (x) = 0,72 atau 72%. Sumur X di shut-in selama 127 hari untuk kembali dalam keadaan stabil dengan melihat parameter temperatur yang mencapai atau mendekati nilai boiling point depth (BPD).
No other version available