Text
Usahatani dan Pemasaran Semangka di Kecamatan Binawidya Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Komoditas semangka merupakan salah satu hasil pertanian yang memiliki poten-si ekonomi besar, baik untuk di konsumsi lokal maupun pasar ekspor. Namun, potensi tersebut sering terhambat oleh masalah dalam pengelolaan usahatani dan pemasaran yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) karakteristik petani semangka, (2) usahatani semangka, dan (3) pemasaran se-mangka, yang mencakup (lembaga pemasaran, saluran pemasaran, fungsi-fungsi pemasaran, biaya produksi, pendapatan, dan efisiensi pemasaran). Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dari Desember 2023 hingga April 2026, menggunakan metode survei dan dianalisis dengan analisis usahatani dan statistik deskriptif. Jumlah sampel petani 22 orang dan sampel pedagang pengumpul 2 orang dan pedagang pengcer 3 orang serta konsumen 5 orang. Dengan total keseluruhan sampel adalah 32 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani semangka rata-rata berusia 42 tahun dengan tingkat pendidikan rendah rata-rata 10 tahun, serta memiliki pengalaman bertani selama 15 tahun. Di sisi lain, pedagang pengumpul dan pengecer lebih muda dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi rata-rata 12 tahun pada Kon-sumen memiliki pendididkan rata-rata 14 tahun. Petani mengelola lahan rata-rata seluas 1,57/ha dengan total biaya produksi sebesar Rp. 19.797.077/ha, pendapa-tan kotor adalah sebesar Rp. 48.000.682/ha/MT dan pendapatan bersih sebesar Rp. 28.816.374/ha/MT, dengan Return Cost Ratio mencapai 2,72, yang menun-jukkan efisiensi produksi yang baik. Lembaga dan saluran yang terlibat dalam pemasaran Semangka adalah petani, pedagang pengumpul, pedagang pengecer dan Konsumen. Fungsi pemasaran dilakukan melalui 3 saluran. Petani melakukan fungsi-fungsi pemasaran kecuali fungsi pembelian, pengangkutan, pengelolaan dan standarisasi. Pedagang pengumpul melakukan fungsi-fungsi pemasaran kecuali fungsi pengelolaan. Pada saluran ke Pertama pemasaran konsumen mem-beli langsung kepada konsumen, tanpa adanya distribusi pemasaran saluran Kedua biaya pemasaran sebesar Rp.775,50/Kg, keuntungan sebesar Rp. 4.495,31/Kg. Pada saluran 3 Biaya pemasaran sebesar. Rp. 564,79/Kg, dengan keuntungan sebesar Rp. 4.71,32/Kg. margin pemasaran saluran 2 sebesar Rp. 6.000,00/Kg dan pada saluran ketiga sebesar Rp 5.000,00 /Kg, pada. Farmeshare. Farmer’s share pemasaran ke dua sebesar 33,33% dengan efisiensi 25,85 dan pemasaran ketiga sebesar 47,37 dengan efisiensi 12,55.
No other version available