Text
Komunikasi Persuasif Orang Tua Sambung Dalam Menciptakan Hubungan Keluarga yang Harmonis
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi persuasif orang tua sambung dalam membangun keharmonisan keluarga sambung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai dinamika komunikasi antara orang tua sambung dan anak sambung. Informan dalam penelitian ini adalah anak sambung dan orang tua sambung yang telah hidup bersama lebih dari satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi persuasif yang dilakukan orang tua sambung berlangsung melalui tiga dimensi utama, yaitu kredibilitas dan keteladanan (ethos), pendekatan emosional dan strategi penyampaian pesan (pathos), serta perubahan sikap dan terbentuknya keharmonisan (outcome persuasif). Pada dimensi kredibilitas, orang tua sambung membangun kepercayaan melalui sikap sabar, konsisten, tidak membeda-bedakan, serta menunjukkan perhatian dalam kehidupan sehari-hari. Pada dimensi pendekatan emosional, komunikasi dilakukan dengan bahasa yang lembut, tidak memaksa anak untuk terbuka, memberikan motivasi saat anak mengalami kegagalan, serta memilih waktu yang tepat saat menyelesaikan konflik. Sementara itu, pada dimensi perubahan sikap, terlihat adanya pergeseran perasaan anak dari rasa takut dan canggung di awal kebersamaan menjadi rasa nyaman, terbuka, dan menerima orang tua sambung sebagai bagian dari keluarga. Secara keseluruhan, komunikasi persuasif yang dilakukan secara sabar, empatik, dan penuh perhatian mampu membangun kedekatan emosional serta menciptakan hubungan keluarga sambung yang harmonis.
No other version available