Text
UJI ASAM OKTIL LIGNOSULFONAT SEBAGAI SURFAKTAN DARI LIMBAH TONGKON JAGUNG UNTUK APLIKASI ENHANCED OIL RECOVERY
Penerapan chemical Enhanced Oil Recovery (EOR), khususnya surfactant flooding, masih terkendala oleh tingginya biaya dan isu keberlanjutan akibat penggunaan surfaktan sintetis berbasis petrokimia. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan surfaktan alternatif dari biomassa terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik asam oktil lignosulfonat yang disintesis dari limbah bongkol jagung, menentukan konsentrasi surfaktan yang paling efektif melalui uji kompatibilitas dengan air formasi, serta mengevaluasi kelakuan fasa larutan surfaktan terhadap sistem minyak–air pada variasi konsentrasi dan salinitas sebagai kandidat surfaktan EOR. Penelitian dilakukan secara laboratorium melalui tahapan isolasi lignin metode soda–etanol, modifikasi lignin melalui alkilasi dan sulfonasi, serta karakterisasi menggunakan FTIR. Uji kompatibilitas dilakukan pada salinitas 20.000 ppm dan suhu 60 °C, diikuti dengan pengujian phase behavior. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alkilasi dan sulfonasi berhasil meningkatkan sifat amfifilik lignin yang ditunjukkan oleh keberadaan gugus alkil dan sulfonat pada spektrum FTIR. Pada konsentrasi tertentu, asam oktil lignosulfonat berpotensi meningkatkan pemulihan minyak melalui pembentukan mikroemulsi stabil (Winsor III), namun gagal pada uji kompatibilitas sehingga belum siap diaplikasikan di lapangan. Formulasi perlu dioptimalkan dan diuji lebih lanjut, termasuk penyesuaian konsentrasi, penambahan co-surfaktan atau buffer, serta pengujian stabilitas dan pilot test sebelum injeksi masif.
No other version available