Text
ANALISIS STABILISASI TANAH TANJUNG BALAI KARIMUN DENGAN SEMEN KOMPOSIT MENGGUNAKAN BAHAN ADITIF (DIFA STABILIZER) (STUDI KASUS PEMBANGUNAN JALAN KETAM PUTIH – KELEMANTAN KABUPATEN BENGKALIS)
Kondisi tanah gambut yang banyak dijumpai di wilayah Pulau Bengkalis, Provinsi Riau, menimbulkan permasalahan serius dalam pembangunan infrastruktur jalan karena memiliki daya dukung yang rendah dan potensi deformasi yang tinggi. Dalam kondisi tersebut, lapisan pondasi bawah memegang peranan penting dalam menyalurkan beban lalu lintas ke tanah dasar. Keterbatasan ketersediaan material urugan berkualitas di Pulau Bengkalis menyebabkan tanah harus didatangkan dari luar wilayah, salah satunya dari Tanjung Balai Karimun. Namun, hal ini berdampak pada peningkatan biaya dan waktu pelaksanaan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kualitas tanah melalui teknologi stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan dan CBR semen komposit (PCC) dengan tanah dari Tanjung Balai Karimun sebelum dan setelah penambahan bahan aditif Difa Soil stabilizer dengan beberapa variasi serta analisis penggunaan teknologi soil cement dengan bahan tambahan DIFA Stabilizer mampu memenuhi kriteria kekuatan dan kestabilan yang dibutuhkan untuk digunakan sebagai lapisan pondasi bawah pada konstruksi jalan di atas tanah gambut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium. Pengujian dilakukan pada tanah asli dan tanah yang distabilisasi menggunakan 12% semen komposit dengan variasi penambahan DIFA Soil Stabilizer sebesar 0,8%, 1,0%, dan 1,2% terhadap berat semen. Sementara untuk CBR tanah-semen tanpa DIFA mengacu pada penelitian terdahulu oleh Muntohar (2011) yang menyatakan bahwa stabilisasi tanah lempung dengan semen mampu meningkatkan nilai CBR dari sekitar 3–6% menjadi lebih dari 30%. Pengujian yang dilakukan meliputi uji kadar air, uji batas-batas Atterberg, uji pemadatan (Proctor Test), dan uji California Bearing Ratio (CBR). Seluruh pengujian dilakukan untuk mengevaluasi perubahan karakteristik fisik dan mekanik tanah akibat proses stabilisasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi positif antara peningkatan kadar DIFA dengan nilai CBR, di mana kenaikan kadar DIFA menghasilkan peningkatan daya dukung tanah. Tanah asli Tanjung Balai Karimun memiliki nilai CBR rendah sebesar 4,30% (
No other version available