Text
Kesantunan Tindak Tutur Ekspresif Dalam Kolom Komentar Postingan Akun Instagram @pkucity
Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman masyarakat dalam menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan publik melalui media sosial. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini kesantunan tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar postingan akun instagram @pkucity. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi fungsi tindak tutur ekspresif dalam kolom komentar postingan akun Instagram @pkucity yang diunggah pada tanggal 21 Februari 2025. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah tindak tutur ekspresif yang dikemukakan oleh Pratama & Utomo (2020) dan teori kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Leech. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan menerapkan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini adalah komentar-komentar yang memuat tindak tutur ekspresif. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktivitas berbahasa yang terdapat dalam kolom komentar. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yakni teknik dokumentasi, teknik baca, dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teori sugiono (2009) yang meliputi: teknik pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini terdapat 118 fungsi tindak tutur ekspresif. Simpulan dari penelitian ini tindak tutur ekspresif yang paling dominan digunakan warganet dalam kolom komentar unggahan @pkucity adalah fungsi mengeluh berjumlah 81 data, fungsi menyalahkan sebanyak 21 data. Sementara itu, fungsi yang paling sedikit muncul adalah fungsi memuji sejumlah 3 data. Dalam hasil penelitian penulis menemukan dua fungsi tindak tutur ekspresif yaitu; fungsi menyindir sebanyak 13 dan fungsi mencaci sebanyak 3 data. Dari penelitian ini terdapat prinsip kesantunan maksim kebijaksanaan 8 santun dan 22 tidak santun, maksim kedermawanan terdapat 11 yang santun, maksim penghargaan terdapat 5 santun dan 84 tidak santun, maksim kesederanaan 1 santun, maksim permufakatan 3 tidak santun, maksim kesimpatian 3 santun dan 21 tidak santun. Hal ini menunjukkan bahwa warganet secara aktif menggunakan berbagai fungsi tindak tutur ekspresif untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan harapan terhadap kebijakan yang dianggap berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat.
No other version available