Text
Representasi Nilai Keprajuritan dalam Film Sayap-Sayap Patah
Film merupakan salah satu bentuk media komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan, nilai, dan ideologi kepada masyarakat. Melalui simbol, narasi dan visual, film mampu merepresentasikan realitas sosial dan membangun makna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi nilai-nilai keprajuritan ditampilkan dalam film Sayap-Sayap Patah dengan menggunakan teori semiotika John Fiske. Film ini dipilih karena menampilkan kisah perjuangan dan pengorbanan aparat keamanan yang sarat dengan nilai keberanian, disiplin, dan tanggung jawab terhadap bangsa. Metode yang digunakan adalah analisis semiotika model John Fiske yang mencakup tiga level kode, yaitu level realitas, representasi, dan ideologi. Data dikumpulkan melalui pengamatan terhadap adegan, dialog, serta unsur sinematik yang menggambarkan nilai-nilai keprajuritan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, nilai keprajuritan tampak melalui tindakan heroik, atribut militer, serta interaksi antartokoh yang menonjolkan loyalitas dan keberanian. Pada level representasi, teknik sinematografi, pencahayaan, dan musik latar memperkuat citra aparat sebagai sosok yang berani dan rela berkorban. Sedangkan pada level ideologi, film ini menegaskan pandangan bahwa keprajuritan bukan hanya kekuatan fisik, tetapi juga wujud moralitas, pengabdian, dan nasionalisme. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kajian representasi media, khususnya mengenai nilai-nilai kepahlawanan dan keprajuritan dalam perfilman Indonesia.
No other version available