ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Makna Interaksi Simbolik Pada Media Tepuk Tepung Tawar (Studi Deskriptif: Khitanan Adat Melayu Di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan)
Bookmark Share

Text

Makna Interaksi Simbolik Pada Media Tepuk Tepung Tawar (Studi Deskriptif: Khitanan Adat Melayu Di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan)

RIO ADI NUGRAHA - Personal Name; Dafrizal - Personal Name;

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami bentuk interaksi simbolik dalam tradisi Tepuk Tepung Tawar pada acara khitanan adat Melayu di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai makna simbolik yang terkandung dalam prosesi adat tersebut. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, Mak Indung, serta masyarakat yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan tradisi Tepuk Tepung Tawar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori interaksi simbolik George Herbert Mead yang menitikberatkan pada tiga konsep utama, yaitu mind, self, dan society. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek mind, masyarakat Melayu memaknai simbol-simbol dalam Tepuk Tepung Tawar, seperti beras kunyit, beras putih, air wangi, bunga rampai, d, sebagai media doa, perlindungan, kesucian, serta harapan kebaikan bagi anak yang dikhitan. Makna tersebut terbentuk melalui proses pemahaman bersama yang diwariskan secara turun-temurun. Pada aspek self, tradisi Tepuk Tepung Tawar berperan dalam membentuk kesadaran diri dan jati diri individu sebagai bagian dari masyarakat Melayu. Anak yang dikhitan, keluarga, tokoh adat, dan Mak Indung menjalankan peran masing-masing yang disertai dengan perasaan bangga, haru, dan tanggung jawab moral. Sementara itu, pada aspek society, tradisi ini menjadi praktik sosial yang memperkuat kebersamaan, menjaga nilai adat dan ajaran Islam, serta mempertahankan identitas budaya Melayu di tengah pengaruh modernisasi. Secara keseluruhan, tradisi Tepuk Tepung Tawar tidak hanya berfungsi sebagai ritual adat, tetapi juga sebagai sarana pewarisan nilai budaya, moral, dan spiritual dalam kehidupan masyarakat Melayu.


Availability
#
Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi) Komunikasi 781.6 Rio M
ETD4564II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Komunikasi 781.6 Rio M
Language
Indonesia
NPM
209110025
Publisher
Ilmu Komunikasi : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Interaksi simbolik
Tepuk Tepung Tawar
Tradisi Melayu
Mind, Self, Society
Other Information
Petugas
BUDI SANTOSO
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?