Text
Komunikasi Intrapersonal Fresh Graduate dalam Menghadapi Quarter Life Crisis di Kota Duri
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana komunikasi intrapersonal yang dialami oleh fresh graduate dalam menghadapi quarter-life crisis di Kota Duri. Quarter-life crisis merupakan fase krisis emosional yang di tandai dengan kebingungan arah hidup, kecemasan masa depan, tekanan sosial, serta ketidakpastian karier pada individu usia 20-30 tahun. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini menggali pengalaman subjektif para informan mengenai dialog batin, self-talk, refleksi diri, serta dinamika psikologis yang muncul selama masa transisi dari dunia akademik ke dunia kerja. Data di peroleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian di analisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi intrapersonal fresh graduate di Kota Duri dipengaruhi lima karakteristik utama emerging adulthood menurut arnett, yaitu identity exploration, instability,self-focused, feeling in between, dan the age of possibilities. Komunikasi intrapersonal menjadi mekanisme penting yang membantu mereka mengelola tekanan, menilai kompetensi diri, membuat keputusan karier, serta membangun makna baru tentang tujuan hidup. Fenomena keterbatasan lapangan kerja, persaingan tinggi, serta ekspetasi sosial turut memperkuat munculnya krisis tersebut. Penelitian ini menegaskan bahwa kemampuan mengolah dialog batin berperan besar dalam membentuk kesiapan mental fresh graduate menghadapi tantangan masa dewasa awal.
No other version available