Text
Fashion Skena Sebagai Alat Komunikasi Non Verbal dalam Menunjukkan Ekspresi diri
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran fashion skena sebagai bentuk komunikasi nonverbal dalam mengekspresikan identitas, emosi, sikap, serta mengatur interaksi sosial di kalangan anak muda Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari anak muda yang aktif menggunakan fashion skena dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam ruang sosial seperti coffeeshop dan komunitas musik. Analisis data dilakukan berdasarkan konsep komunikasi nonverbal dengan menyoroti fungsi serta bentuk komunikasi nonverbal, seperti pakaian, sepatu, aksesori, dan simbol visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fashion skena dimaknai tidak hanya sebagai gaya berpakaian, tetapi juga sebagai simbol dan pesan nonverbal yang merepresentasikan identitas diri, selera musik, dan afiliasi budaya. Bentuk komunikasi nonverbal dalam fashion skena diwujudkan melalui penggunaan item seperti kaos band, celana longgar, jaket, sneakers, dan sepatu boots kulit, serta didukung oleh aksesori dan elemen visual yang memiliki makna simbolik. Fashion skena juga berperan dalam mengekspresikan kebebasan, membangun citra diri, serta menciptakan rasa nyaman dan percaya diri. Selain itu, kesamaan simbol visual dalam fashion skena mempermudah terjadinya interaksi sosial dan membangun kedekatan antarindividu. Meskipun terjadi pergeseran makna skena yang kini kerap dipahami sebagai tren fashion, penelitian ini menunjukkan bahwa bagi pelakunya, fashion skena tetap berfungsi sebagai media komunikasi nonverbal yang penting dalam membangun relasi sosial dan mengekspresikan identitas anak muda di Kota Pekanbaru.
No other version available