Text
Proses adaptasi budaya dalam komunikasi pada pedagang perantau minang di kota pangkalan kerinci
Tradisi kebiasaan Merantau dalam masyarakat Minang, terutama di antara Pedagang Perantau Minang di Pasar Baru, Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, yang terletak dalam lingkungan yang multikultural/multietnis dan multiindustri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi budaya, tantangan, dan strategi komunikasi antarbudaya dari Para Pedagang Perantau Minang. Penelitian menggunakan teori komunikasi yang disebut Teori Anxiety/Uncertainty Management (AUM) sebagai kerangka kerja. Penelitian ini bersifat kualitatif, dan lima Pedagang Perantau Minang menjadi subyek penelitian. Beberapa metode pengumpulan data yang digunakan dalam studi ini meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Proses adaptasi bagi Pedagang Perantau Minang dimulai dari tingkat kecemasan hingga tingkat penerimaan sosial. Tantangan yang paling dominan adalah bahasa, budaya, dan persaingan usaha. Hambatan bahasa dan perbedaan budaya dijembatani dengan menggunakan bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi antarbudaya, sedangkan hambatan lainnya dijembatani dengan mengadopsi sikap komunikasi yang ramah, sopan, dan berorientasi dalam usaha dagang. Kemudian berkembang menjadi hubungan sosial dengan pelanggan sehingga tercipta hubungan usaha yang berkelanjutan.
No other version available