Text
Analisis Framing Pemberitaan Grup Facebook “Fantasi Sedarah” Dalam Media Online Detik.Com
Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan Detik.com terhadap kasus grup Facebook “Fantasi Sedarah” pada periode 16–23 Mei 2025. Kasus ini menarik perhatian publik karena memuat konten pornografi bertema inses yang melibatkan anak dan perempuan serta menimbulkan korban nyata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis framing Robert N. Entman yang mencakup empat elemen: define problems, diagnose causes, make moral judgment, dan treatment recommendation, terhadap 11 berita yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Detik.com membingkai kasus ini sebagai penyalahgunaan ruang digital yang serius dan sistemik. Pada elemen define problems, Detik.com menggambarkan aktivitas grup tersebut sebagai kejahatan digital yang mengancam perlindungan anak dan hukum yang berlaku di Indonesia sosial, Diagnose Causes dalam penelitian ini ditujukkan peran aktif admin dan anggota grup yang menyebarkan konten bermuatan inses dan telah melanggar UU ITE, UU Pornografi, dan PP Nomor 17 Tahun 2025 lemahnya pengawasan platform, serta rendahnya literasi digital masyarakat. Make moral judgmet pada Detik.com menilai tindakan pelaku sebagai pelanggaran serius terhadap norma agama, sosial, dan hukum, Treatment Recomendation berupa penegakan hukum tegas sesuai dengan UU Perlindungan Anak, UU ITE, UU Pornografi dan UU TPKS pemblokiran konten sesuai regulasi PP Nomor 17 Tahun 2025, penguatan pengawasan ruang digital, dan pendampingan korban oleh negara dan lembaga terkait.
No other version available