Text
Analisis Framing Pemberitaan Sengketa Hasil Pilkada Siak (Gugatan Pertama) pada Media Daring Lokal: Studi Komparatif
Sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Siak tahun 2024, khususnya pada fase Gugatan Pertama, menjadi sorotan utama media lokal di Provinsi Riau. Media massa memiliki peran strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai aktor yang mengkonstruksi realitas politik di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pembingkaian (framing) pemberitaan sengketa tersebut pada dua media daring lokal, yaitu GoRiau.com dan Cakaplah.com. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis framing model Robert N. Entman yang meliputi empat elemen: pendefinisian masalah, diagnosis penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Selain itu, penelitian ini juga menerapkan teori Konstruksi Realitas Sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckmann untuk melihat bagaimana realitas dibangun melalui proses eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Data penelitian berupa enam berita terpilih dari periode 5 Januari hingga 5 Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam framing kedua media. GoRiau.com membingkai sengketa sebagai proses hukum-prosedural, cenderung mendukung legitimasi institusi penyelenggara (KPU/Bawaslu), dan memosisikan gugatan sebagai gangguan administratif yang lemah. Sebaliknya, Cakaplah.com membingkai peristiwa ini sebagai drama politik dan upaya pencarian keadilan materiil, yang pada akhirnya memvalidasi perlunya koreksi hukum melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU). Perbedaan ini menegaskan bahwa media lokal berperan aktif dalam mengkonstruksi realitas sosial yang berbeda terkait legitimasi proses demokrasi lokal.
No other version available