Text
ANALISA JALAN BERKESELAMATAN DITINJAU DARI ASPEK KELANDAIAN JALAN DAN FASILITAS PERLENGKAPAN JALAN TERHADAP RUAS JALAN NASIONAL SIMPANG MASJID JAMI – SIMPANG RINTIS ARUNG HIJAU (STA 0+000 – STA 0+640) KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS
Keselamatan jalan merupakan aspek penting dalam penyelenggaraan transportasi jalan, khususnya pada ruas jalan dengan keterbatasan geometrik dan aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi. Ruas Jalan Nasional Simpang Masjid Jami – Simpang Rintis Arung Hijau (STA 0+000 – STA 0+640) memiliki kondisi kelandaian memanjang yang bervariasi serta lingkungan jalan yang didominasi oleh permukiman padat, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keselamatan dari aspek kelandaian jalan terhadap potensi kecelakaan lalu lintas, menganalisis kondisi dan keberadaan fasilitas perlengkapan jalan dalam mendukung jalan berkeselamatan, menganalisis hubungan antara kelandaian jalan dengan fasilitas perlengkapan jalan dalam penerapan konsep jalan berkeselamatan, serta merumuskan strategi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan keselamatan jalan. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan untuk memperoleh data kelandaian jalan menggunakan metode Real-Time Kinematic (RTK), inventarisasi fasilitas perlengkapan jalan berupa rambu lalu lintas, serta pengumpulan data kecelakaan lalu lintas periode 2021–2025. Analisis dilakukan dengan membandingkan kelandaian eksisting terhadap standar geometrik Bina Marga untuk Jalan Kolektor Primer – 1, serta menggunakan pendekatan risk-based dan analisis deskriptif untuk menilai keterkaitan antara kondisi geometrik jalan, perlengkapan jalan, dan kejadian kecelakaan lalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa segmen STA 0+000 – 0+100 memiliki kelandaian sebesar 16,23% dan segmen STA 0+100 – 0+200 sebesar 14,93%, yang melebihi standar kelandaian maksimum sekitar 7%, sehingga dikategorikan sebagai segmen berisiko tinggi. Sementara itu, segmen STA 0+400 – 0+500 dan STA 0+600 – 0+640 memiliki kelandaian masing-masing sebesar 4,35% dan 2,62% yang masih berada di bawah standar. Kondisi rambu lalu lintas pada ruas penelitian secara umum berada dalam kondisi baik, namun dari aspek kecukupan terhadap kondisi geometrik jalan yang memiliki kelandaian tinggi, fasilitas keselamatan yang tersedia masih belum sepenuhnya optimal. Analisis hubungan antara kelandaian jalan dan fasilitas perlengkapan jalan menunjukkan bahwa kelandaian yang melebihi standar merupakan faktor hazard utama yang meningkatkan potensi risiko kecelakaan, sementara fasilitas yang tersedia masih bersifat sebagai sistem keselamatan pasif. Oleh karena itu, peningkatan keselamatan jalan perlu difokuskan pada segmen berkelandaian tinggi melalui penambahan fasilitas keselamatan seperti rambu pembatas kecepatan turunan, marka kejut (rumble strip), delineator atau chevron alignment, pemasangan guardrail, serta peningkatan penerangan jalan umum, disertai evaluasi teknis kemungkinan perbaikan geometrik pada tahap jangka panjang
No other version available