Text
COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENYELENGGARAAN LAYANAN KESEHATAN BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN NARKOTIKA KELAS IIB RUMBAI
Pelayanan kesehatan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama keterbatasan sumber daya aparatur, sarana pelayanan, dan kapasitas kelembagaan. Kondisi tersebut menuntut adanya kerja sama lintas sektor sebagai upaya pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam layanan kesehatan bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai. Penelitian ini menggunakan teori Collaborative Governance dari Ansell dan Gash yang mencakup empat indikator utama, yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan fasilitatif, dan proses kolaborasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi layanan kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai berawal dari ketidakseimbangan sumber daya dan kebutuhan pelayanan kesehatan warga binaan yang tidak dapat dipenuhi secara mandiri. Kolaborasi kemudian diperkuat melalui perjanjian kerja sama formal yang menjadi dasar pembagian peran antar pemangku kepentingan. Kepemimpinan yang mendukung, keterbukaan komunikasi, serta pemahaman dan komitmen bersama mendorong kolaborasi berjalan secara berkelanjutan. Proses kolaborasi menghasilkan capaian awal berupa meningkatnya akses, keteraturan, dan kontinuitas layanan kesehatan, termasuk perbaikan mekanisme rujukan dan tindak lanjut medis. Meskipun belum sepenuhnya optimal, temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Collaborative Governance telah memberikan dampak positif dalam peningkatan layanan kesehatan bagi warga binaan dan menjadi dasar penguatan kolaborasi ke tahap selanjutnya.
No other version available