Text
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A BAGANSIAPIAPI
Pelayanan kesehatan merupakan salah satu hak dasar warga binaan yang wajib dipenuhi oleh lembaga pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Kelas II A Bagansiapiapi berdasarkan lima dimensi SERVQUAL, serta mengidentifikasi faktor pendukung, faktor penghambat, dan implikasi kebijakan terhadap pemenuhan hak kesehatan warga binaan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan kunci dan pendukung (Kepala Lapas, tenaga kesehatan, Puskesmas, PKBI, petugas lapas, dan warga binaan), observasi lapangan, serta analisis dokumen sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di lapas telah berjalan sesuai standar dasar namun belum optimal. Dimensi reliabilitas dan daya tanggap masih terkendala oleh keterbatasan tenaga medis, antrean panjang, dan kehadiran dokter yang tidak setiap hari. Dimensi assurance dan empathy dinilai cukup baik, ditunjukkan oleh sikap petugas yang humanis dan pemberian pelayanan sesuai SOP. Sementara itu, dimensi tangibles masih lemah akibat terbatasnya fasilitas fisik, alat kesehatan, dan obat-obatan. Faktor pendukung pelayanan meliputi komitmen petugas, dukungan pimpinan, serta kerja sama dengan Puskesmas dan PKBI. Adapun faktor penghambat terdiri dari keterbatasan sarana, overkapasitas lapas, kurangnya tenaga medis, dan ketersediaan obat yang tidak stabil. Implikasi dari hambatan ini adalah tingginya beban rujukan, waktu tunggu panjang, serta pemeriksaan kesehatan yang kurang mendalam. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan sarana prasarana kesehatan, penambahan tenaga medis, perluasan kerja sama dengan instansi kesehatan, serta penguatan edukasi kesehatan kepada warga binaan.
No other version available