Text
ANALISIS POTENSI DAYA LISTRIK DENGAN PEMANFAATAN PANAS SISA BUANG DENGAN SISTEM BINARY CYCLE PADA LAPANGAN GEO DIPA ENERGI PATUHA UNIT-1.
Indonesia memiliki potensi energi panas bumi yang sangat besar, yaitu sekitar 29,5 GW, namun tingkat pemanfaatannya masih belum optimal. PLTP Patuha Unit 1 dengan kapasitas 60 MW menggunakan sistem direct dry steam cycle masih menyisakan panas buang yang belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan panas sisa tersebut menggunakan sistem binary cycle atau Organic Rankine Cycle (ORC) guna meningkatkan daya listrik dan efisiensi pembangkit. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif-deskriptif dengan pendekatan simulasi termodinamika menggunakan perangkat lunak Aspen HYSYS V12, dengan membandingkan performa beberapa fluida kerja, yaitu i-Butana, n-Butana, i-Pentana, n-Pentana, R-134a, dan R-216CA, berdasarkan parameter daya bersih (net power output), kebutuhan panas masuk (heat input), dan efisiensi termal. Hasil simulasi menunjukkan bahwa n-Pentana menghasilkan daya bersih tertinggi sebesar 16,59 MW, diikuti oleh i-Pentana sebesar 15,77 MW, sedangkan R-134a memiliki efisiensi termal tertinggi sebesar 31,9% dengan kebutuhan panas masuk paling rendah sebesar 33,6 MW sehingga lebih sesuai untuk sumber panas bertemperatur rendah hingga menengah. Fluida berbasis butana menunjukkan performa menengah, sementara R-216CA menghasilkan daya bersih terendah. Secara umum, fluida dengan massa molekul lebih besar dan titik didih lebih tinggi cenderung menghasilkan daya turbin yang lebih besar, namun memerlukan temperatur sumber panas yang lebih tinggi, sehingga implementasi sistem ORC pada PLTP Patuha Unit 1 berpotensi meningkatkan output daya sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi panas bumi secara keseluruhan.
No other version available