Text
PENGAWASAN PEMANFAATAN AIR TANAH OLEH DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI RIAU DI KABUPATEN KAMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan pemanfaatan air tanah oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Riau di Kabupaten Kampar, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat yang memengaruhi penyelenggaraan pengawasan tersebut. Pengawasan terhadap pemanfaatan air tanah menjadi penting mengingat tingginya tingkat eksploitasi sumber daya air oleh pelaku usaha dan masyarakat yang belum sepenuhnya mematuhi regulasi perizinan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap delapan informan yang mewakili berbagai subpopulasi, termasuk pejabat ESDM, pegawai teknis pengawas, pengguna air tanah berizin maupun tidak berizin, serta masyarakat sekitar. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data sekunder dari jurnal ilmiah dan regulasi terkait pengelolaan air tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pengawasan oleh Dinas ESDM Provinsi Riau telah berjalan melalui penetapan standar atau ukuran, pengamatan pelaksanaan (implementasi), perbandingan antara pelaksanaan dan standar, serta tindakan korektif atau perbaikan. Namun, implementasinya belum optimal karena masih terbatas pada aspek administratif dan belum menyentuh seluruh pengguna air tanah di Kabupaten Kampar. Faktorfaktor penghambat yang ditemukan antara lain keterbatasan sumber daya manusia (SDM) pengawas teknis, minimnya anggaran operasional, koordinasi lintas instansi yang belum sinergis, serta rendahnya kesadaran pelaku usaha dan masyarakat terhadap pentingnya izin dan konservasi air tanah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyelenggaraan pengawasan air tanah sangat bergantung pada sinergi antarinstansi, peningkatan kapasitas petugas lapangan, serta peran aktif masyarakat dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan berbasis digital, pembaruan regulasi daerah, peningkatan partisipasi publik, dan dukungan anggaran yang memadai agar fungsi pengawasan dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata terhadap pelestarian air tanah di Kabupaten Kampar.
No other version available