Text
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP KAMPANYE BOIKOT ISRAEL MEDIA SOSIAL X MENGGUNAKAN TEKNIK MACHINE LEARNING
Perkembangan media sosial telah menjadikan platform digital sebagai ruang utama bagi masyarakat untuk mengekspresikan opini terhadap isu-isu global. Salah satu isu yang paling banyak mendapat perhatian adalah kampanye boikot terhadap Israel di media sosial X (sebelumnya Twitter). Diskusi yang muncul sangat beragam, mulai dari dukungan penuh, penolakan, hingga sikap netral. Banyaknya data dan kompleksitas opini membuat analisis manual tidak lagi memadai, sehingga dibutuhkan pendekatan otomatis berbasis machine learning. Penelitian ini menggunakan dua algoritma klasifikasi, yaitu Naïve Bayes Classification (NBC) dan Support Vector Machine (SVM), untuk menganalisis sentimen publik terkait kampanye boikot Israel. Dataset yang diperoleh melalui crawling kemudian diproses menggunakan tahapan preprocessing serta representasi teks dengan TF- IDF. Hasil vektorisasi menghasilkan 5.952 komentar dengan 13.527 fitur unik yang digunakan sebagai input model. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kedua algoritma mampu melakukan klasifikasi sentimen positif, negatif, dan netral. Namun, kinerja SVM lebih unggul dengan akurasi mencapai 93%, sedangkan Naïve Bayes hanya memperoleh akurasi rata-rata 72–74%. Hal ini membuktikan bahwa SVM lebih efektif dalam mengolah data teks yang kompleks dan memberikan hasil klasifikasi yang lebih akurat.
No other version available