Text
Analisis Usahatani dan Pemasaran Cabai Merah Keriting di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Cabai merah keriting merupakan salah satu produk hasil pertanian yang banyak dibudidayakan di Provinsi Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: 1) Untuk mengetahui karakteristik petani dan profil usahatani cabai merah di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. 2) Untuk mengetahui analisis usahatani cabai merah di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. 3) Untuk mengetahui pemasaran cabai merah di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Penelitian ini dilaksanakan pada Juli sampai Desember 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel secara sensus dimana seluruh petani cabai merah dijadikan responden penelitian yang berlokasi di Desa Desa Baru Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian karakteristik petani dan pedagang rata-rata umurnya berusia produktif yakni 42 tahun, lama pendidikan 12 tahun, pengalaman berusahatani petani 9 tahun, pedagang 12 tahun dan jumlah tanggungan keluarga 3 jiwa. Luas lahan usahatani cabai merah seluas 3.000 m². Jumlah benih 23,13 Gr/garapan, pupuk kandang 3.188 Kg/garapan, pupuk phonska 61 Kg/garapan, pupuk SP36 159 Kg/garapan dan pupuk KCl 119 Kg/garapan, penggunaan pestisida Insektisida curacron 3.125 Ml/Garapan, Herbisida Gramoxone 766 Ml/Garapan fungisida Dithane M-45 1.516 Ml/Garapan, Bakterisida Bactocyn 1.563 Ml/Garapan. Total penggunaan penggunaan tenaga kerja 12,50 HOK. Penggunaan alat cangkul 4, kultivator 1, gembor 4, parang 3, sprayer 3, garpu tanah 2, sekop 1, gunting pruning 3, ember 2, timbangan digital 1, sumur bor 1, mesin air 1, selang air 1 dan pondok 1. Total biaya usahatani cabai merah sebesar Rp 16.400.113/garapan/MT. Produksi yang dihasilkan sebanyak 1.791 kg/garapan/MT, dengan pendapatan kotor sebesar Rp 62.671.875/garapan/MT. Pendapatan bersih yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 46.271.763/garapan/MT. Usahatani cabai merah di daerah penelitian tergolong efisien dengan nilai R/C Ratio sebesar 3,82, yang menunjukkan bahwa setiap Rp 1 biaya yang dikeluarkan mampu menghasilkan penerimaan sebesar Rp 2,82.Saluran pemasaran cabai merah terdapat 2 saluran, yaitu saluran I dari petani ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer ke konsumen akhir dan saluran II dari petani ke pedagang pengecer ke konsumen akhir, saluran ke II (Ep = 1,98%) lebih efisien pemasarannya.
No other version available