Text
KEBIJAKAN TATA RUANG PEMERINTAH KOTA PEKANBARU DALAM UPAYA PENANGANAN GENANGAN AIR
Genangan air disebabkan oleh meningkatnya jumlah penduduk, maraknya alih fungsi lahan, serta tidak optimalnya sistem drainase yang menyebabkan terjadinya genangan air dan banjir terutama di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani. Kodisi tersebut diperparah oleh buruknya perencanaan daerah resapan air, pendakalan saluran drainase, serta dampak proyek IPAL dan SPAM yang belum terselesaikan, sehingga memperburuk aliran air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kebijakan tata ruang Pemerintah Kota Pekanbaru dalam penanganan genangan air serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta didukung data sekunder dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Pekanbaru. Informan penelitian terdiri dari aparatur pemerintah, masyarakat terdampak, serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah telah memiliki beberapa program penanganan genangan air seperti pembangunan saluran drainase, normalisasi sungai, pemeliharaan saluran, serta kegiatan pengendalian pemanfaatan ruang. Namun implementasinya belum optimal karena kurangnya koordinasi antarinstasi, keterbatasan anggaran, rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap tata ruang, serta belum maksimalnya program mitigasi pra bencana. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan antara lain pertumbuhan penduduk, alih fungsi lahan, kondisi hidrologis DAS, curah hujan tinggi, kapasitas darinase yang tidak memadai, serta lemahnya pengawasan pemanfaatan ruang. Kesimpulannya, kebijakan tata ruang Pemerintah Kota Pekanbaru sudah ada namun belum berjalan efektif sehingga belum mampu mengatasi genangan air secara menyeluruh. Diperlukan perencanaan drainase jangka panjang, peningkatan koordinasi, serta penguatan penegakan regulasi pemanfaatan ruang untuk mencegah dan menguragi genagan air dimasa mendatang
No other version available