Text
Interaksi Simbolik dalam Prosesi Ritual Upah-Upah Pengobatan Tradisional Masyarakat Melayu Rokan Hilir.
Tradisi upah-upah merupakan warisan budaya masyarakat Melayu di Kabupaten Rokan Hilir yang berfungsi sebagai sarana penguatan spiritual dan pemulihan semangat (tondi). Ritual ini tidak hanya dipahami sebagai praktik adat, tetapi juga sebagai bentuk komunikasi yang sarat dengan simbol dan makna budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi simbolik yang terjadi dalam prosesi ritual upah-upah, mengidentifikasi makna simbolis dari bahan-bahan yang digunakan, serta menjelaskan peran ritual tersebut dalam konteks pengobatan tradisional masyarakat Rokan Hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan wawancara mendalam dengan narasumber yang terdiri dari pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Rokan Hilir, tokoh masyarakat, serta pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan ritual. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perspektif interaksi simbolik untuk memahami proses pembentukan dan pertukaran makna dalam ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik dalam ritual upah-upah tercermin melalui penggunaan simbol-simbol seperti bahan makanan, pantun, serta tindakan ritual yang memiliki makna tertentu. Simbolsimbol tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap upacara, tetapi juga sebagai media penyampaian doa, harapan, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Interaksi yang terjadi antara pelaku upa-upa dan pihak yang menerima upa-upa menunjukkan adanya proses pertukaran makna yang memperkuat hubungan sosial serta kepercayaan masyarakat terhadap tradisi tersebut. Secara keseluruhan, ritual upah-upah dapat dipahami sebagai bentuk komunikasi simbolik yang berperan dalam menjaga keseimbangan fisik dan batin, mempererat hubungan sosial, serta melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Melayu Rokan Hilir.
No other version available