Text
ANALISIS EFEKTIVITAS HYDRAULIC FRACTURING VS ACID FRACTURING DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN RECOVERY FACTOR PADA TIGHT CARBONATE RESERVOIR
Sumur X merupakan tight carbonate reservoir yang memiliki kemampuan alir alami yang rendah akibat permeabilitas sangat kecil (4 mD) dan porositas sekitar 6,5%, sehingga laju produksi awal belum optimal. Peningkatan produktivitas perlu dicapai tanpa memicu pertumbuhan rekahan yang berlebihan. Kondisi tersebut mendorong perlunya stimulasi rekahan untuk memperbesar area alir dan memperbaiki konduktivitas rekahan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan membandingkan kinerja acid fracturing dan hydraulic fracturing, serta merumuskan desain HF yang paling optimal. Pemodelan geometri rekahan dilakukan menggunakan FracCADE, sedangkan kinerja produksi pasca-stimulasi disimulasikan dengan CMG. Skenario AF direplikasi dari studi literatur sebagai base case. Selanjutnya, beberapa skenario HF dirancang melalui variasi fluida perekah seri YF-HT/YF-LpH dan proppant keramik high-strength hingga diperoleh final design. Hasil simulasi menunjukkan AF menaikkan laju minyak dari 840 menjadi 1.270 bbl/hari dengan recovery factor 3,10% pada tahun pertama, namun zona etched berkonduktivitas tinggi dominan di sekitar sumur. Sebaliknya, final design HF menghasilkan propped frac half-length 296,7 ft, fracture conductivity 7.169 md·ft, laju minyak awal 1.525 bbl/hari dengan penurunan lebih landai, serta recovery factor 5,02% pada tahun pertama. Dengan demikian, HF dinilai lebih efektif untuk meningkatkan produktivitas dan perolehan minyak kumulatif pada kasus ini.
No other version available