Text
PENGARUH PERCAMPURAN SECARA LANGSUNG DIFA SOIL STABILIZER TERHADAP SIFAT TANAH GAMBUT YANG TERSTABILISASI KAPUR
Tanah gambut dikategorikan kedalam tanah lunak dengan sudut geser dalam yang sangat kecil dan hampir tidak memiliki kohesi, sehingga kapasitas dukungnya sangat rendah. Apabila kemampuan kapasitas daya dukung tanah lebih kecil dari beban konstruksi yang harus ditahannya maka akan mengakibatkan terjadinya kegagalan terhadap kuat dukung. Salah satu cara untuk memperbaiki kondisi tanah gambut adalah dengan melakukan stabilisasi. Tanah gambut yang berada di Kecamatan Rakit Kulim, Kabupaten Indragiri Hulu merupakan tanah organik dengan kadar air dan kadar serat yang tinggi serta berat jenis rendah, sehingga tanah gambut bersifat lunak, sulit untuk dipadatkan dan memiliki daya dukung serta kuat tekan yang rendah. Oleh karena itu pada penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya perbaikan atau stabilisasi tanah gambut di lokasi tersebut supaya dapat digunakan sebagai tanah dasar dalam konstruksi. Upaya untuk melakukan stabilisasi tanah gambut yaitu dengan mencampurkan kapur untuk mendapatkan kadar kapur optimum. Setelah kadar kapur diperoleh, tahap selanjutnya adalah menambahkan bahan Additif Difa Soil Stabilizer dengan kadar 1%, 1,5%, 2%. Pengujian dalam penelitian ini meliputi sifat fisik, sifat mekanis, pemeraman benda uji selama 0, 3, 7, 14 hari dan pengujian UCT. Hasil pengujian UCT tertinggi dihasilkan dari benda uji dengan campuran kapur 10% dan Difa Soil Stabilizer 2% tidak dilakukan pemeraman, menunjukkan hasil UCS maksimumnya sebesar 253,21 kN/m². Peningkatan ini mampu melampaui UCS maksimum dari tanah asli sebesar 53%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa peningkatan pada kadar Difa Soil Stabilizer mampu memberikan peningkatan terhadap nilai UCS, karena semakin besar kadar bahan stabilisasi yang ditambahkan, maka akan semakin baik peningkatan antar partikel tanah gambut. Setelah nilai tersebut diperoleh, data kemudian dikonversi menjadi nilai modulus elastisitas E50 dan diperoleh hasilnya sebesar 2.532,10 kN/m². Hasil dari pengujian ini menunjukkan bahwa campuran tanpa pemeraman menghasilkan nilai kekuatan paling tinggi, terutama pada kadar campuran kapur 10% dan Difa Soil Stabilizer 2% dan tidak melakukan pemeraman. Nilai kekuatan yang diperoleh telah memenuhi spesifikasi Bina Marga yakni sebesar 2,00 kg/cm2 atau 196,133 kN/m2, yang menunjukkan bahwa hasil yang didapatkan dalam penelitian ini telah memenuhi bahkan melebihi standar yang telah ditetapkan, khususnya pada kadar kapur 10% dan Difa Soil Stabilizer 2%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa melakukan stabilisasi terhadap tanah gambut dengan mencampurkan kapur dan Difa Soil Stabilizer dapat meningkatkan daya dukung tanah. Selain itu, tidak dilakukan pemeraman pada benda uji bukan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kekuatan tanah, karena campuran tanpa pemeraman atau langsung dilakukan pengerjaan justru mampu memberikan peningkatan kekuatan yang lebih besar dalam material konstruksi.
No other version available