ETD - UIR

Electronic Thesis and Dissertation

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
    Member Login Online Registration
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject NPM Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI PRODUKSI MINYAK MENGGUNAKAN SOFTWARE PROSPER DAN SOFTWARE PVTP PADA KASUS MASALAH WAX DEPOSIT DI SUMUR X SERTA STUDI EFEKTIVITAS WAX DISSOLVER SEBAGAI PELARUT ENDAPAN WAX PADA SUMUR X
Bookmark Share

Text

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI PRODUKSI MINYAK MENGGUNAKAN SOFTWARE PROSPER DAN SOFTWARE PVTP PADA KASUS MASALAH WAX DEPOSIT DI SUMUR X SERTA STUDI EFEKTIVITAS WAX DISSOLVER SEBAGAI PELARUT ENDAPAN WAX PADA SUMUR X

YANDRE ALFA PRAYUDHA - Personal Name; DIKE FITRIANSYAH PUTRA - Personal Name;

Deposisi wax merupakan masalah yang sering dijumpai dalam industri minyak dan gas, merupakan salah satu permasalahan dari flow assurance yang memiliki dampak yang signifikan terhadap jalannya suatu kegiatan produksi minyak dengan karakteristik minyak parafinik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pembentuk parafin/wax, memvalidasi lokasi terjadinya deposisi parafin/wax melalui integrasi simulasi menggunakan software prosper dan PVTP, serta mengevaluasi keefektivitas wax dissolver dalam memperbaiki sifat fluida dan kemampuan alir dalam sumur x. Pada penelitian ini akan dilakukannya analisa terhadap model yang dibuat sesuai dengan kondisi lapangan, dimana model yang dibuat berdasarkan historis produksi yang mengalami penurunan hingga henti produksi yang disebabkan oleh parafin/wax. Sprayflow merupakan kondisi dimana pada saat dilakukannya sampling point di wellhead, kondisi fluida sampel yang keluar dalam bentuk fluida minyak yang terintegrasi dengan gas yang keluar secara bersamaan dan keluar dalam bentuk gas yang bercampur dengan minyak dengan jumlah yang setara atau lebih dominan gas yang keluar. Model sprayflow yang dikembangkan di prosper menunjukkan korelasi dengan kondisi di lapangan, dimana terjadinya penurunan temperatur yang tajam pada bagian atas tubing, sehingga temperatur pada fluida ketika dilakukan gradient traverse menunjukkan bahwa fluida pada kedalaman 180 meter memiliki temperatur sebesar 33 - 39?, hal ini bisa dikatakan jauh dari nilai WAT dimana diketahui bahwa nilai WAT (Wax Appearance Temperature) fluida pada sumur x ini sebesar 58,31?. Kondisi ini sesuai dengan milling job yang dilakukan di lapangan, dimana ditemukan penyumbatan parafin/wax pada kedalaman yang sama, sehingga memvalidasi akurasi model simulasi. Hasil karakterisasi sampel wax yang diambil dari sumur x menunjukkan kandungan parafin sangat tinggi sekitar 70,26% pada wellhead, dan 70,65% pada flowline, dengan pour point sebesar 16,7 – 23,9 ?. Sehingga mengkonfirmasi bahwa minyak cenderung untuk membentuk wax. Evaluasi dari beberapa sampel wax dissolver yang diuji di laboratorium untuk mendapatkan kandidat wax dissolver yang cocok digunakan pada sumur x, hasil menunjukkan terdapat dua pelarut yang akan dilakukan uji coba kembali untuk mendapatkan satu kandidat wax dissolver yang digunakan. Dari kedua sampel yang sudah lolos uji coba, dengan hasil dissolvasi wax dissolver A sebesar 76,61% dan wax dissolver E sebesar 70,84% dengan dilakukannya ujicoba bottle test, dan pada ujicoba bottle test menunjukkan dissolvasi sampel wax yang direndam dengan wax dissolver A yaitu 38 detik, dan 47 detik untuk wax dissolver E. hasil menujukkan bahwa wax dissolver A akan digunakan sebagai solvent untuk treatment wax. Pada model sprayflow di software prosper, penulis membuat dua model sprayflow yang dimana, masing – masing merepresentasikan sprayflow dengan berbeda kondisi. Pertama yaitu sprayflow dengan sebelum dilakukannya treatment dengan menggunakan metode black oil. Dan kedua yaitu sprayflow dengan sesudah dilakukannya treatment dengan menggunakan metode EOS (Equation Of State). Kedua model ini akan dilakukan perbandingan, apakah ada perubahan dari segi fluida atau produksi ketika sesudah dilakukannya treatment. Model fluida EOS pasca treatment menunjukkan adanya perubahan pada sifat fisik fluida. Adanya penurunan viskositas dari sebelumnya 3,27 cp menjadi 0,6 cp dan densitas juga mengalami penurunan, yang dimana sebelumnya 51,69 lb/ft³ menjadi 46,85 lb/ft³. perubahan ini menghasilkan pergeseran kurva IPR serta penurunan tekanan pada kurva VLP. Yang menandakan peningkatan kemampuan alir yang sudah lumayan membaik.


Availability
#
Teknik Perminyakan (FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ISLAM RIAU PEKANBARU) Perminyakan 621.86 Yan p
ETD4830II
Available but not for loan - ETD
Detail Information
Call Number
Perminyakan 621.86 Yan p
Language
Indonesia
NPM
203210193
Publisher
Teknik Perminyakan : Universitas Islam Riau., 2026
Keyword(s)
Deposisi parafin/wax
Flow assurance
Model Sprayflow
Wax Dissolver
PVTP
Other Information
Petugas
Ayu Agustina
Other version/related

No other version available

File Attachment
  • Please login to see this attachment
Comments

You must be logged in to post a comment

ETD - UIR
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?