Text
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM ANDAI IBU TIDAK MENIKAH DENGAN AYAH SUTRADARA KUNTS AGUS
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahasa sebagai sarana penyampaian pesan dan ekspresi emosional dalam interaksi sosial, termasuk melalui media film. Kajian pragmatik, khususnya tindak tutur ekspresif, berperan untuk memahami sikap psikologis penutur yang tercermin dalam tuturan. Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah karya Kuntz Agus dipilih karena memuat dinamika emosional dan konflik keluarga yang mencerminkan penggunaan tindak tutur ekspresif secara intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menginterpretasi bentuk tindak tutur ekspresif yang muncul dalam dialog film. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data berupa tuturan ekspresif yang diperoleh melalui teknik dokumentasi, simak, dan catat terhadap seluruh dialog film berdurasi 119 menit. Analisis data dilakukan melalui reduksi, kategorisasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan menggunakan klasifikasi tindak tutur ekspresif menurut Searle.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 48 data tindak tutur ekspresif yang terbagi ke dalam 7 jenis fungsi, dengan dominasi menyatakan kekecewaan/penyesalan sebanyak 15 tuturan (31,25%) dan kasih sayang/cinta sebanyak 10 tuturan (20,83%). Dominasi ekspresif tersebut mencerminkan tema utama film mengenai konflik batin, ketegangan emosional, dan pengorbanan keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa film berfungsi sebagai medium representasi psikologis dan sosial yang kuat melalui ekspresi bahasa.Penelitian ini memberikan kebaruan (novelty) berupa pemetaan fungsi tindak tutur ekspresif pada karya perfilman Indonesia kontemporer sebagai sumber data pragmatik serta kontribusi teoretis bagi pengembangan kajian tindak tutur dalam ranah audiovisu al. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan pembelajaran pragmatik dan pijakan penelitian lanjutan mengenai tindak tutur pada genre film drama keluarga.
No other version available