Text
UJI SENSITIVITAS PRODUKSI DARI SUMUR ELICTRIC SUBMERSIBLE PUMP MENGGUNAKAN MATLAB PADA LAPANGAN A
Penurunan tekanan reservoir menyebabkan menurunnya kemampuan alami untuk menaikkan minyak. Maka dilakukannya pemasangan artificial lift sebagai alat bantu dalam pengoptimalan produksi, salah satu contoh artificial lift tersebut adalah pompa ESP. kinerja ESP dipengaruhi oleh jumlah stages yang dapat menentukan total head, efisiensi, serta titik operasi pompa. Maka dari itu pemilihan jumlah stages pada Electric Submersible Pump (ESP) sangat mempengaruhi kinerja angkat buatan, terutama pada Sumur X di Lapangan A yang mengalami penurunan tekanan reservoir. Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi jumlah stages terhadap performa pompa ESP tipe IND1300 menggunakan simulasi PIPESIM dan perhitungan MATLAB. Variasi yang diuji meliputi 109, 129, 147, 166, dan 185 stages dengan parameter evaluasi berupa Total Dynamic Head (TDH), laju alir (flowrate), dan efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan jumlah stages meningkatkan TDH dan flowrate, Namun, peningkatan ini tidak linear karena efisiensi menurun akibat bertambahnya panjang pompa dan friction loss internal. Efisiensi tertinggi diperoleh pada 109 stages sebesar 54%, yang berada paling dekat dengan Best Efficiency Point (BEP). Setelah 127 STG, efisiensi menurun tajam hingga 30% pada 185 STG. Berdasarkan hasil sensitivitas, jumlah stages optimal berdasarkan optimal sistem dan optimal pompa. Perbedaan ini menegaskan bahwa MATLAB lebih cocok sebagai alat evaluasi tren dan sensitivitas, sedangkan PIPESIM merepresentasikan perilaku sistem lapangan yang lebih realistis, khususnya pada jumlah stages yang tinggi.
No other version available