Text
Analisis Optimasi Usahatani Sayuran di Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Penggunaan pola diversifikasi menjadi tantangan petani dalam mengelola usahatani sayuran sehingga membutukan kombinasi untuk memberikan keuntungan maksimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) Karaktersitik petani dan profil usahatani sayuran, (2) Penggunaan faktor produksi, biaya produksi, pendapatan dan efiriensi usahatani sayuran, (3) kombinasi tanaman sayuran yang dapat memaksimumkan keuntungan usahatani. Penelitian menggunakan metode survei di Kota Pekanbaru dengan lokasi spesifik di Kecamatan Tuahmadani, dilaksanakan selama 6 bulan. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Random Sampling. Populasi petani pada masing-masing kelurahan diambil sebanyak 10% secara acak. Sehingga jumlah sampel petani sayuran berjumlah 53 petani yang mengusahakan 3 jenis sayuran yaitu kangkung, bayam, dan sawi. Alat analisis yang digunakan yaitu analisis linear programming, dual, primal, sensitivitas, deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani seperti umur dengan rata-rata berumur 41 tahun, lam pendidikan petani dengan rata-rata 9 tahun (SMP), pengalaman berusahatani dengan rata-rata 8 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga dengan rata-rata 4 orang. Profil usahatani diperoleh luas lahan rata-rata memiliki 2.794,72 m2, kepemilikan lahan rata-rata berstatus sewa, dan modal awal petani rata-rata sebesar Rp. 27.960.596. (2) Pada usahatani sayuran rata-rata penggunaan faktor produksi yaitu benih kangkung 3,29 kg/garapan/PP, benih bayam 2,32 kg/garapan/PP, benih sawi 1,05 kg/garapan/PP, pupuk urea 41,58 kg/garapan/PP, ponska 41,54 kg/garapan/PP, NPK 34 kg/garapan/PP, pupuk organik 2.794 kg/garapan/PP, pestisida destan 2,8 liter/garapan/PP dan antracol 2,8 kg/garapan/PP, tenaga kerja 10,96 HOK/garapan/PP. Biaya produksi sebesar Rp 4.245.750/garapan/PP, terdiri atas biaya variabel 3.528.985/garapan/PP (80,79%) dan biaya tetap Rp 716.855/garapan/PP (19,21%). Pendapatan kotor sebesar Rp 15.389.666/garapan/PP dan pendapatan bersih sebesar Rp 11.143.916/garapan/PP. Efisiensi atau RCR sebesar 3,62 artinya sudah menguntungkan dan layak untuk diusahakan. (3) Hasil analisis linear programming menunjukkan bahwa optimalisasi usahatani sayuran tercapai dengan kombinasi jenis sayuran kangkung seluas 1.417,48 m2 dan sawi 1.376,52 m2, dengan keuntungan diperoleh sebesar Rp 11.904.626 (lebih tinggi Rp. 763.081 dari kondisi aktual).
No other version available