Text
Upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Pekanbaru (DP3APM) dalam Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Anak di Kota Pekanbaru tahun 2024
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kerentanan anak sebagai korban kekerasan, yang tercermin dari 160 kasus yang tercatat di Kota Pekanbaru pada tahun 2023. Fokus penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya pencegahan yang dilakukan oleh DP3APM sepanjang tahun 2024. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci di DP3APM, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori Pencegahan Kejahatan menurut Brantingham dan Faust (1976), yang meliputi pencegahan primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pencegahan dilakukan secara komprehensif. Pencegahan primer mencakup pembentukan aktivis perlindungan anak berbasis masyarakat, kampanye keliling dengan "Pojok Curhat", promosi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), dan program Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA). Pencegahan sekunder berfokus pada intervensi dini di wilayah rawan berdasarkan pemetaan data serta pelibatan Forum Anak sebagai pelapor. Pencegahan tersier diwujudkan melalui sistem rujukan terpadu yang korban-sentris dengan melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk pendampingan, pemulihan, dan rehabilitasi korban. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia (SDM), anggaran APBD, serta rendahnya kesadaran masyarakat yang masih menganggap kekerasan terhadap anak sebagai urusan privat. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada DP3APM untuk mengoptimalkan kolaborasi dan pelatihan kepada Pemerintah Kota agar meningkatkan alokasi anggaran dan koordinasi,serta kepada masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam deteksi dini dan pelaporan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pencegahan tiga tingkat telah diimplementasikan oleh DP3APM, meskipun efektivitasnya masih menghadapi tantangan terkait sumber daya dan aspek sosial.
No other version available