Text
Pengaruh Campuran Spent Bleaching Earth (SBE) dan Abu Cangkang Kelapa Sawit sebagai Pengganti Tanah Lempung Terhadap Nilai Unconfined Compressive Strenght (UCS)
Tanah lempung memiliki daya dukung rendah, plastisitas tinggi, dan mudah mengalami perubahan volume akibat kadar air, sehingga berpotensi menimbulkan masalah pada konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan stabilisasi tanah dengan memanfaatkan bahan pozzolan atau limbah industri.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh campuran Spent Bleaching Earth (SBE) dan Abu Cangkang Kelapa Sawit (ACKS) terhadap nilai kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength / UCS) tanah lempung asal Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian sifat fisik tanah, seperti kadar air, berat jenis, analisis gradasi, serta batas-batas Atterberg. Selanjutnya dilakukan pengujian pemadatan standar (Proctor Standard) untuk memperoleh nilai kadar air optimum (OMC) dan berat isi kering maksimum (MDD) sebagai dasar pembuatan benda uji UCS. Variasi campuran yang digunakan adalah tanah asli digantikan penambahan 8% ACKS dan kombinasi SBE sebesar 10%, 20%, dan 30% dengan waktu pemeraman 0 hari dan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli memiliki kadar air tanah asli sebesar 18,415 gr, berat jenis sebesar 2,621 lalu didapat PI dari tanah asli sebesar 14,71% dan klasiifikasi tanah USCS termasuk dalam kategori CL dan AAHSTO kelompok A-6. Dan nilai UCS sebesar 286,75 kN/m² pada pemeraman 0 hari dan meningkat menjadi 306,75 kN/m² setelah pemeraman 7 hari. Campuran terbaik diperoleh pada variasi TSC 1 (82% tanah + 10% SBE + 8% ACKS) dengan nilai UCS tertinggi sebesar 333,937 kN/m² pada pemeraman 7 hari. Variasi campuran lainnya tidak menunjukkan peningkatan yang melampaui kekuatan tanah asli.
No other version available