Text
Analisis Perbandingan Volume Penyusunan Bill Of Quantity (BoQ) Antara Autodesk Revit Dengan Metode Konvensional pada Proyek Konstruksi Bangunan Kantor Pemerintah
Ketidaktepatan perhitungan volume dalam penyusunan Bill of Quantity (BOQ) pada proyek konstruksi bangunan sering menimbulkan overestimation, pemborosan material, dan pembengkakan biaya akibat keterbatasan metode konvensional yang berbasis gambar 2D dan perhitungan manual. Kondisi ini menuntut penggunaan metode yang lebih akurat dan efisien dalam proses estimasi kuantitas pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan ketepatan volume BOQ antara metode konvensional dan Building Information Modeling (BIM) menggunakan Revit pada proyek Gedung Barak Siaga Biro Logistik Polda Riau di Pekanbaru. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil Quantity Take-Off (QTO) kedua metode. Hasil menunjukkan bahwa BIM lebih akurat dengan selisih volume beton sebesar 34,987 m³ (8,743%) lebih efisien dibandingkan metode konvensional. Dari sisi biaya, BIM menghasilkan penghematan sebesar Rp73.783.186,23 (9,89%) pada pekerjaan beton dan Rp128.655.622,58 (8,25%) pada tulangan, dengan total efisiensi Rp202.438.808,81. Hal ini membuktikan bahwa BIM mampu meningkatkan akurasi perhitungan, mengurangi waste material, dan mengoptimalkan biaya proyek, sehingga direkomendasikan sebagai metode estimasi modern dalam konstruksi.
No other version available