Text
Persepsi Ibu-Ibu Muda Kota Pekanbaru dalam Memberikan Gadget pada Balita
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi persepsi ibu-ibu muda Kota Pekanbaru terkait pemberian gadget pada balita serta berbagai faktor yang membentuk persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan teori persepsi sebagai dasar analisis, dengan merujuk pada komponen seleksi dan interpretasi yang dikemukakan oleh Idi Warsah dan Mirzon Daheri (2021), tahapan stimulasi menurut Joseph A. Devito (2016), serta teori mengenai faktor internal dan eksternal yang memengaruhi persepsi sebagaimana dijelaskan oleh Miftah Toha (2003). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi terhadap pola penggunaan gadget pada balita, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan ibu muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi ibu muda beragam (ambivalen) mencakup anggapan bahwa gadget berfungsi sebagai media edukasi, sarana hiburan, alat bantu untuk mengatur aktivitas harian anak, serta mengikuti perkembangan zaman. Namun, turut disertai kekhawatiran terhadap dampak negatif emosional, kesehatan fisik, dan sosial. Persepsi tersebut terbentuk melalui proses stimulasi, seleksi, dan interpretasi yang dipengaruhi oleh faktor internal (perasaan, sikap, harapan, dan kebutuhan ibu) serta faktor eksternal (kesibukan, pengaruh lingkungan, dan perkembangan teknologi). Temuan ini juga menunjukkan bahwa persepsi ibu muda mendorong munculnya berbagai strategi pengendalian gadget, seperti pendampingan, pembatasan durasi, pengaturan konten, serta pengalihan perhatian anak melalui aktivitas lain. Secara keseluruhan, gadget dipandang sebagai alat yang fungsional untuk menenangkan anak, mendukung proses belajar, dan membantu ibu muda menjalankan aktivitasnya, meskipun kekhawatiran terhadap dampaknya tetap diakui. Oleh karena itu, penggunaan gadget pada balita perlu disertai pengawasan agar tidak menimbulkan resiko perilaku maupun paparan konten yang tidak sesuai usia.
No other version available