Art Original
Pelaksanaan Peningkatan Layanan Kesehatan Narapidana Berbasis Digital Di Lembaga Pemasyarakatan Kelas Iia Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan peningkatan layanan kesehatan narapidana berbasis digital di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi dalam peningkatan layanan kesehatan narapidana berbasis digital di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru. Untuk mengetahui tujuan tersebut penelitian ini menggunakan teori implementasi menurut Edwars III yang memiliki beberapa indikator seperti komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif sebagai teknik untuk pengumpulan data dan wawancara langsung kepada informan seperti Kalapas, Kasibinadik, Kasubsi Bimkemaswat dan dokter klinik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi narapidana di Lapas Kelas IIA pekanbaru sudah cukup berhasil. Namun masih belum cukup optimal, hal ini disebabkan oleh sumber daya petugas pelaksana pelayanan belum memadai, dimana Lapas kelas IIA Pekanbaru hanya memiliki 5 orang tenaga medis, yang terdiri dari tiga orang dokter dan dua orang perawat. Hambatan yang dihadapi dalam peningkatan layanan kesehatan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru adalah sumber daya manusia, dimana jumlah petugas kesehatan yang ada di Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang hanya berjumlah liam orang, yang terdiri dari tiga orang dokter dan dua orang perawat. Anggaran perawatan kesehatan bagi narapidana masih kurang, narapidana tidak terdatar sebagai anggota BPJS dan kondisi lapas Kelas IIA yang over kapasitas. Untuk itu disarankan kepada Pemerintah untuk lebih meningkatkan lagi Sumber Daya kesehatan di Lembaga Pemasyarakatan seluruh wilayah Republik Indonesia pada umumnya dan pada khusus untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru sesuai dengan jumlah narapidananya
No other version available