Art Original
Analisis Agroindustri Dan Pemasaran Keripik Sukun Pada “ternama Snack” Di Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Provinsi Riau
Analisis Agroindustri dan Pemasaran Keripik Sukun Pada “Ternama Snack” Di Kelurahan Tirta Siak Kecamatan Payung Sekaki Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Dibawah Bimbingan Bapak Dr. Fahrial, SP., SE., ME. ?Sektor pertanian menjadi salah satu sumber bahan baku utama dalam industri pengolahan hasil pertanian (agroindustri) yang menyerap tenaga kerja sekaligus membuka peluang pasar. Penelitian ini bertujuan 1) Karakterisitk pengusaha dan profil usaha agroindustri Keripik Sukun pada “Ternama Snack”. 2) Ketersediaan bahan baku, bahan penunjang dan proses produksi produk Keripik Sukun pada ‘Ternama Snack”. 3) Biaya, produksi, pendapatan, efisiensi usaha dan nilai tambah produk Keripik Sukun pada “Ternama Snack”. 4) Pemasaran Keripik Sukun pada “Ternama Snack”. Penelitian ini menggunakan metode kasus dengan responden yang diambil adalah pengusaha agroindustri keripik sukun dan tenaga kerja. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah karakteristik pengusaha dan profil usaha, proses produksi, penggunaan bahan baku dan bahan penunjang, analisis usaha, dan analisis pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan 1) Karakteristik pengusaha, tenaga kerja dan pedagang berada pada kategori umur produktif, pendidikan 12 tahun/SMA, sebagian besar sudah berpengalaman serta jumlah tanggungan yang relatif kecil. Usaha ini sudah dijalankan selama 12 tahun dan tergolong industri kecil dengan modal awal sebesar Rp. 3.700.000,-. 2) Bahan baku utama adalah buah sukun yang setengah matang, sedangkan bahan penunjang terdiri dari air, minyak goreng, gas, bumbu, plastik, stiker, listrik. Teknologi produksi yang digunakan masih terbatas hanya mesin spinner dan press plastik, serta timbangan digital. 3) Hasil produksi dari 80 kg bahan baku menghasilkan 12 kg keripik sukun dengan pendapatan kotor Rp. 1.560.000,00 per proses produksi dan pendapatan bersih sebesar Rp. 341.469,00. Efisiensi agroindustri keripik suku sebesar 1,28 per proses produksi. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp. 8.945,38/Kg dengan rasio nilai tambah sebesar 55,87%. 4) Saluran pemasaran yang terdapat pada usaha ini hanya ada 1 yaitu dari produsen ke pedagang kemudian ke konsumen dengan efisiensi pemasaran 1,92 per proses produksi.
No other version available