Text
Strategi Pengembangan Usaha Agroindustri Bawang Goreng dengan Pendekatan Metode Matriks SPACE di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru
Agroindustri bawang goreng memiliki potensi pengembangan yang signifikan, khususnya di Kecamatan Marpoyan Damai. Penelitian ini bertujuan : 1) Menganalisis karakteristik pelaku usaha dan profil usaha bawang goreng; 2) Mengkaji penggunaan bahan baku, bahan penunjang, teknologi produksi, biaya produksi, produksi, harga, pendapatan, efisiensi, dan nilai tambah usaha agroindustri bawang goreng; 3) Menyusun strategi usaha agroindustri bawang goreng di Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dilaksanakan selama enam bulan, yaitu dari Januari 2025 hingga Juni 2025. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif, analisis SWOT, dan analisis matriks SPACE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia pemilik usaha adalah 40,5 tahun, sedangkan tenaga kerja adalah 43,8 tahun. Rata-rata tingkat pendidikan pemilik usaha adalah 12 tahun, dan tenaga kerja adalah 10,09 tahun. Rata-rata pengalaman usaha pemilik adalah 4 tahun, sedangkan untuk tenaga kerja, adalah 3,47 tahun. Rata-rata jumlah tanggungan untuk pemilik usaha adalah 4,5 orang, dan tenaga kerja adalah 8,5 orang. Rata-rata biaya produksi dalam satu kali proses produksi adalah Rp21.935.534,-. Rata-rata produksi adalah 650 kg, dan rata-rata harga jual bawang goreng adalah Rp39.500/kg. Pendapatan kotor yang dihasilkan berjumlah Rp25.675.000, dengan pendapatan bersih sebesar Rp3.739.465,- dan RCR sebesar 1,17. Nilai tambah yang dihasilkan adalah Rp8.440, dengan rasio nilai tambah sebesar 21,37%. Berdasarkan analisis SWOT, strategi SO yang disarankan yaitu menjalin kemitraan dengan berbagai distributor untuk distribusi produk berkualitas, menjaga standar produksi dan suasana lokasi produksi, terlibat dalam pemasaran media sosial, dan membangun pemasaran relasional dengan calon pelanggan, serta menerapkan penjualan langsung yang didukung oleh pemasaran konten terkait lokasi produksi. Analisis matriks SPACE menunjukkan posisi kuadran agresif, yang menunjukkan bahwa usaha agroindustri bawang goreng berada pada posisi yang kuat dengan kekuatan internal yang tinggi dan peluang eksternal yang signifikan. Strategi yang direkomendasikan meliputi inovasi produk, peningkatan kapasitas produksi, dan perluasan pangsa pasar.
No other version available