Text
PENGGUNAAN JENITRI DAN KEMIRI YANG DIAKTIVASI MENGGUNAKAN SENG KLORIDA DAN KALIUM HIDROKSIDA SEBAGAI BIOSORBEN PADA WATER TREATMENT AIR FORMASI
Banyaknya air yang diproduksi dari sumur di lapangan migas yang mengakibatkan banyaknya limbah yang dihasilkan. Kualitas air yang ikut terproduksi tidak bisa langsung digunakan untuk menginjeksi sumur atau dibuang ke badan air secara langsung. Proses water treatment menggunakan biosorben dari bahan alami dan ramah lingkungan. Metode yang digunakan yaitu membuat biosorben dari walnut, jenitri, kemiri dan yang diaktivasi kimia untuk dilakukan pengujian yang bertujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan dalam menurunkan nilai turbidity dan nilai TDS, sehingga air limbah produksi bisa dimanfaatkan kembali. Walnut alami mampu menurunkan nilai turbidity sekitar 1100 NTU dan nilai TDS sekitar 430 mg/L. Jenitri alami mampu menurunkan nilai turbidity sekitar 450 NTU dan nilai TDS sekitar 640 mg/L. Kemiri alami mampu menurunkan nilai turbidity sekitar 900 NTU dan nilai TDS sekitar 180 mg/L. Jenitri KOH mampu menurunkan nilai turbidity sekitar 1000 NTU dan nilai TDS sekitar 210 mg/L. Dan kemiri ZnCl2 mampu menurunkan nilai turbidity sekitar 900 NTU dan nilai TDS sekitar 190 mg/L. Kemiri alami menjadi biosorben yang efektif dengan efisiensi adsorpsi sekitar 70,0% untuk nilai turbidity dan 88,75% untuk nilai TDS, sehingga biosorben dari kemiri mampu menurunkan tingkat kekeruhan dan mengurangi kandungan yang berbahaya dalam melindungi lingkungan sekitar dari air limbah produksi.
No other version available