Text
PENGARUH CAMPURAN SPENT BLEACHING EARTH (SBE) DAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT PADA TANAH LEMPUNG TERHADAP NILAI CALIFORNIA BEARING RATIO (CBR)
Indonesia adalah negara terbesar di dunia dengan perkebunan kelapa sawit terbesar di dunia. Pada tahun 2018, area perkebunan kelapa sawit Indonesia mencapai 14,3 juta hektar dan di Riau luasnya mencapai 2,7 hektar. Karena peningkatan area perkebunan kelapa sawit (PKS) mempengaruhi pada peningkatan jumlah limbah biomassa kebun seperti batang hasil replanting, pelepah, tandan kosong kelapa sawit (TKKS), cangkang dan serat buah. Metode penelitian dilakukan melalui pengujian sifat fisik tanah, seperti kadar air, berat jenis, analisis gradasi, serta batas-batas Atterberg. Selanjutnya dilakukan pengujian pemadatan standar (Proctor Standard) untuk memperoleh nilai kadar air optimum (OMC) dan berat isi kering maksimum (MDD), serta CBR pada kondisi tanpa rendam (unsoaked) dan rendam (soaked). Variasi campuran yang digunakan adalah tanah asli digantikan penambahan 8% ACKS dan kombinasi SBE sebesar 10%, 20%, dan 30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah asli memiliki kadar air tanah asli sebesar 18,415 gr, berat jenis sebesar 2,621 lalu didapat PI dari tanah asli sebesar 14,71% dan klasiifikasi tanah USCS termasuk dalam kategori CL dan AAHSTO kelompok A-6. Nilai CBR tanah asli sebesar 14,36% pada tanpa perendaman (unsoaked) dan menurun menjadi 7,07% setelah perendaman (soaked). Nilai CBR campuran tertinggi pada tanpa perendaman (unsoaked) diperoleh pada campuran 82% tanah + 10% SBE + 8% ACKS sebesar 14,27%, sedangkan pada perendaman (unsoaked) diperoleh pada campuran 62% tanah + 30% SBE + 8% ACKS sebesar 13,46%. Secara keseluruhan kombinasi SBE dan ACKS tidak menunjukkan peningkatan yang melampaui kekuatan tanah asli.
No other version available