Text
Pengaruh Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Substitusi Sebagian Agregat Kasar Dengan Bahan Tambah Bestmittel Terhadap Kuat Tekan Beton
Beton merupakan material konstruksi yang paling banyak digunakan dalam pembangunan infrastruktur, sehingga kebutuhan terhadap bahan penyusunnya terus meningkat. Diperlukan inovasi material alternatif yang ramah lingkungan untuk mengurangi penggunaan agregat alam. Cangkang kelapa sawit memiliki karakteristik fisik yang berpotensi digunakan sebagai substitusi sebagian agregat kasar dan bahan tambah kimia seperti Bestmittel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai substitusi sebagian agregat kasar dan penambahan bahan tambah Bestmittel terhadap nilai slump dan kuat tekan beton. Metode yang digunakan pada penelitian ini yakni studi eksperimen laboratorium yang dilakukan di laboratorium struktur, material dan komputer Fakultas Teknik, Universitas Islam Riau. Penelitian ini melibatkan penggantian agregat kasar dengan cangkang kelapa sawit pada variasi 0%, 10%, dan 20% pengganti sebagian agregat kasar, dengan ditambah Bestmittel 0,2% dari berat semen. Perencanaan campuran beton (mix design) mengacu pada SNI 7656:2012 dan pengujian kuat tekan mengacu pada SNI 1974:2011. Hasil pengujian slump menunjukkan bahwa penambahan Bestmittel 0,2% meningkatkan nilai slump dari 9,8 cm pada beton normal menjadi 13,4 cm atau naik sebesar 38%. Namun, penambahan cangkang kelapa sawit menyebabkan penurunan nilai slump menjadi 7,7 cm dan 6,4 pada substitusi 10% dan 20% % dengan Bestmittel 0,2% akibat tingginya daya serap air pada cangkang kelapa sawit. Pada pengujian kuat tekan umur 7 hari, beton normal dengan Bestmittel 0,2% sebesar 27,74 MPa, sedangkan pada campuran cangkang kelapa sawit 10% dan 20% dengan Bestmittel 0,2% masing-masing sebesar 19,16 MPa dan 18,59 MPa. Pada umur 14 hari, kuat tekan beton normal dengan Bestmittel 0,2% mencapai 31,06 MPa, sedangkan beton dengan campuran cangkang kelapa sawit 10% dan 20% dengan Bestmittel 0,2% masing-masing mencapai 27,08 MPa dan 21,04 MPa. Selanjutnya pada umur 28 hari, kuat tekan beton normal 34,25 MPa, beton normal dengan Bestmittel 0,2% sebesar 31,89 MPa, sedangkan pada campuran cangkang kelapa sawit 10% dan 20% dengan Bestmittel 0,2% masing-masing sebesar 27,74 MPa dan 21,80 MPa. Ini menunjukkan bahwa semakin besar persentase substitusi cangkang kelapa sawit, semakin rendah nilai slump dan kuat tekan beton meskipun telah ditambahkan Bestmittel 0,2%.
No other version available