Text
Fenomenologi Coping di Kalangan Generasi Z: Analisis Psikologi Komunikasi
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman subjektif coping yang dialami oleh Generasi Z dalam menghadapi tekanan psikologis dari lingkungan akademik, pekerjaan, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, teori yang digunakan adalah fenomenologi Edmund Husserl, yang berfokus pada tiga konsep utama yaitu: deskripsi pengalaman, reduksi fenomenologi, dan intensionalitas. Subjek penelitian berjumlah lima orang, dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria berusia 18–25 tahun, berstatus mahasiswa atau pekerja muda, serta memiliki pengalaman menghadapi stres. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian dan kesimpulan menunjukkan bahwa tekanan yang dialami informan mencakup kecemasan terhadap masa depan, beban kerja, tekanan akademik, serta tuntutan dan ekspektasi dari keluarga. Strategi coping yang digunakan adalah emotion-focused coping, seperti menarik diri, menenangkan emosi, dan melakukan refleksi diri. Komunikasi intrapersonal menjadi elemen penting dalam proses coping, terlihat dari ekspresi nonverbal seperti menunduk, menggigit bibir, atau memainkan jari saat menyampaikan pengalaman stres. Reduksi fenomenologi mengungkapkan bahwa kestabilan emosi menjadi prioritas sebelum mengambil tindakan. Intensionalitas memperlihatkan bahwa kesadaran informan terhadap stres diarahkan pada makna personal seperti harapan, rasa tanggung jawab, dan pencarian jati diri. Coping dipahami sebagai proses reflektif yang membentuk identitas dan arah hidup.
No other version available