Text
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Mental Well Being Pada Kalangan Generasi Z
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dengan mental well-being pada kalangan Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 387 responden, dengan populasi yang tidak diketahui secara pasti. Analisis data diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Kolmogorov– Smirnov yang menunjukkan bahwa data mental well-being tidak berdistribusi normal (p = 0,000 < 0,05). Selanjutnya, hasil uji linearitas menunjukkan adanya pola hubungan linear antara penggunaan media sosial dan mental well-being (p = 0,000 < 0,05). Oleh karena itu, pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank Order. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan media sosial dengan mental well- being pada kalangan Generasi Z (p = 0,000 < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,363. Temuan ini menunjukkan bahwa hipotesis awal yang mengasumsikan dampak negatif media sosial terhadap mental well-being tidak sepenuhnya terbukti. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya mayoritas kalangan muda yang semakin terampil dalam memanfaatkan media sosial secara positif, seperti untuk memperoleh hiburan, mencari informasi, serta menjalin dan mempertahankan hubungan sosial dengan baik. Dengan demikian, penggunaan media sosial pada Generasi Z dapat memberikan kontribusi positif terhadap mental well-being apabila digunakan secara adaptif dan bijak.
No other version available