Text
Tindak Tutur Direktif Warganet dalam Kolom Komentar Instagram Gerindra pada Unggahan ?Efisiensi Anggaran Bukan PHK? (10 Februari 2025)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya berbagai komentar warganet yang menggunakan tindak tutur direktif di dalam kolom komentar Instagram Gerindra pada unggahan “Efisiensi Anggaran Bukan PHK”. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk tindak tutur direktif warganet dalam kolom komentar Instagram Gerindra pada unggahan “Efisiensi Anggaran Bukan PHK”. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi bentuk tindak tutur direktif warganet dalam kolom komentar unggahan Instagram @gerindra tanggal 10 Februari 2025 berjudul “Efisiensi Anggaran Bukan PHK”. Penelitian ini menggunakan teori Searle (1979). Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi. Data dalam penelitian ini adalah komentar-komentar utama yang memuat tindak tutur direktif. Sumber data dalam penelitian ini adalah aktivitas berbahasa pada akun Instagram resmi Partai Gerindra beserta unggahan yang berjudul “Efisiensi Anggaran Bukan PHK”. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik baca, dokumentasi, dan catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi pemberian kode, klasifikasi data, analisis hubungan antar data, serta penyusunan draf laporan. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 96 tindak tutur direktif yang terbagi menjadi delapan bentuk tindak tutur direktif, yaitu: menyuruh (24 data), menagih (4 data), memohon (22 data), mengkritik (23 data), menyarankan (19 data), memaksa (1 data), menasihati (2 data), dan meminta (1 data). Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif yang paling dominan adalah menyuruh (24 data) dan mengkritik (23 data), diikuti oleh memohon (22 data). Dominasi ketiga bentuk ini menggambarkan bahwa warganet cenderung menggunakan tuturan bernada perintah dan kritik untuk menyuarakan aspirasi serta mendesak pemerintah agar lebih memperhatikan kepentingan masyarakat. Sementara itu, bentuk tindak tutur seperti memaksa, menagih, menasihati, dan meminta muncul dalam jumlah yang lebih sedikit, menunjukkan bahwa warganet lebih banyak memilih cara penyampaian yang tegas namun tetap berorientasi pada kritik dan solusi terhadap kebijakan pemerintah.
No other version available