Text
Pengaruh variasi slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus pada aspal AC-BC terhadap karakteristik marshall
Bahan campuran AC-BC biasanya terdiri dari agregat kasar, agregat halus, bahan pengisi (filler), dan aspal. penggunaan agregat alam sebagai bahan utama dalam campuran aspal secara terus-menerus dapat menyebabkan berkurangnya sumber daya alam. Di beberapa wilayah bahkan menghadapi keterbatasan agregat berkualitas tinggi sehingga diperlukan upaya inovasi untuk mencari bahan alternatif yang dapat menggantikan sebagian agregat halus tanpa menurunkan kualitas campuran. Salah satu material alternatif yang berpotensi digunakan adalah slag nikel, yaitu limbah hasil proses peleburan nikel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus pada aspal AC-BC terhadap karakteristik Marshall Metode penelitian menggunakan skala laboratorium dengan uraian metodologi penelitian yang meliputi program persiapan material, pengujian material, pengujian material atau pemeriksaan agregat, mix design, pembuatan benda uji, dengan menggunakan metode Marshall. Penelitian ini dilakukan dengan mengacu Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 Revisi 2, dan menggunakan metode Marshall Test. Dengan variasi campuran slag nikel (0%, 20%, 40%, 60%, 80%) yang menghasilkan karakteristik Marshall maksimum. Analisa dilakukan berupa pengujian analisa saringan, berat jenis, pembuatan benda uji, uji Marshall dan perhitungan karakteristik Marshall Berdasarkan hasil pengujian berat jenis bahan digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi persyaratan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, dengan nilai berat jenis (>2,5) dan penyerapan (3%) sehingga layak digunakan sebagai bahan penyusun campuran perkerasan aspal AC-BC. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Kadar Aspal Optimum 5,17%. Hasil karakteristik Marshall pada pengujian slag nikel sebagai pengganti sebagian agregat halus memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018, Revisi 2 tetapi pada VIM tidak memenuhi Spefikasi Bina Marga 2018, Revisi 2 pada variasi 60% dan 80%. Jadi kesimpulannya untuk slag sebagai pengganti sebagian agregat halus yang optimal berada direntang 20% dan 40% pada Spesifikasi Bina Marga 2018, Revisi 2.
No other version available