Text
Pengaruh Campuran Perlit dan Abu Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Nilai Kuat Tekan Bebas Tanah Lempung
Perkebunan kelapa sawit di Indonesia berkembang pesat dengan luas mencapai 16,8 juta hektare pada tahun 2023, dimana Provinsi Riau menjadi wilayah terluas dengan sekitar 3,4 juta hektare. Produksi tandan buah segar pada tahun 2022 mencapai ±50 juta ton, yang menghasilkan limbah abu cangkang kelapa sawit dalam jumlah besar, sekitar 11–13,4 juta ton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah lempung serta pengaruh penambahan perlit dan ACKS terhadap nilai kuat tekan bebas tanah lempung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Pengujian dilakukan di laboratorium untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan stabilisasi perlit dan ACKS terhadap kuat tekan bebas tanah. Sampel diuji pada kondisi tanah asli dan tanah dengan variasi campuran perlit dan ACKS pada umur perawatan 0 hari dan 7 hari. Berdasarkan hasil pengujian kuat tekan bebas menunjukkan bahwa tanah asli memiliki nilai kuat tekan bebas sebesar 286,75 kN/m² (0 hari) dan meningkat menjadi 306,75 kN/m² (7 hari). Campuran 5% perlit + 8% ACKS menghasilkan UCS 145,75 kN/m² (0 hari) dan 146,67 kN/m² (7 hari) Penambahan ACKS dan perlit pada tanah lempung secara umum menurunkan nilai kuat tekan bebas dibandingkan tanah asli, namun pemeraman selama 7 hari terbukti meningkatkan nilai kuat tekan bebas pada seluruh variasi campuran.
No other version available