Text
ANALISIS VALUE ENGINEERING SEBAGAI UPAYA OPTIMALISASI PEMBIAYAAN (STUDI KASUS : JEMBATAN OVERPASS STA 200+780 PADA PROYEK JALAN TOL RUAS RENGAT-PEKANBARU SEKSI LINGKAR PEKANBARU)
Pembangunan infrastruktur jalan tol memerlukan anggaran dengan jumlah signifikan, namun percepatan pelaksanaannya sering terkendala oleh ketersediaan dana. Salah satu komponen penting jalan tol, yaitu jembatan overpass, membutuhkan rencana anggaran biaya sebesar Rp.18.239.931.700,00 pada STA 200+780 Proyek Jalan Tol Ruas Rengat–Pekanbaru Seksi Lingkar Pekanbaru. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimalisasi biaya proyek, sekaligus membandingkan total biaya sebelum dan setelah penerapan analisis. Penelitian ini menggunakan metode value engineering, yaitu pendekatan sistematis dan terstruktur yang menganalisis fungsi-fungsi dalam proyek konstruksi untuk mencapai nilai optimal. Metode ini dilaksanakan melalui lima tahapan rencana kerja, yaitu tahap informasi, kreatif, analisis, pengembangan, dan rekomendasi. Hasil analisis value engineering menunjukkan bahwa berdasarkan identifikasi dan analisis cost model serta distribusi Pareto, terdapat dua item pekerjaan struktur yang layak dianalisis lebih lanjut, yaitu pekerjaan gelagar dan pelat lantai. Setelah penerapan value engineering, diperoleh penghematan sebesar 7,58% dari total biaya pekerjaan struktur pada bangunan atas jembatan overpass. Pada pekerjaan gelagar direkomendasikan penggantian Precast Prestressed Concrete–I H=170 cm dengan Welded Beam 900 × 300 mm, yang menghasilkan penghematan sebesar Rp 301.873.969,33 atau 10,37% dari total biaya item tersebut. Sementara itu, pada pekerjaan pelat lantai direkomendasikan penggunaan tulangan BjTS 420 (ø19 dan ø13) sebagai pengganti BjTS 520 (ø22 dan ø13), yang menghasilkan penghematan sebesar Rp 86.007.695,61 atau 8,79% dari total biaya item.
No other version available