Text
Analisis Perbandingan Kuat Dukung dan Penurunan Pondasi Cerucuk Bakau Dengan Pondasi Sumuran Pada Bangunan Gedung Hunian Tiga Lantai
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan desain fondasi pada proyek pembangunan gedung hunian tiga lantai, di mana perencanaan awal menggunakan pondasi cerucuk kayu bakau namun pelaksanaan di lapangan beralih menggunakan pondasi sumuran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kapasitas daya dukung dan besaran penurunan antara kedua jenis pondasi tersebut guna mengetahui efektivitas kinerjanya. Analisis daya dukung dilakukan menggunakan metode Terzaghi berdasarkan data Cone Penetration Test (CPT), sedangkan perhitungan penurunan tanah menggunakan metode Vesic, dan dilakukan analisis berdasarkan Metode Elemen Hingga (MEH) dengan menggunakan bantuan softwere Plaxis 2D V.2024.2. Hasil analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua jenis pondasi. Pondasi sumuran memiliki daya dukung ultimit (Qu) sebesar 49,0939 ton dengan total penurunan mencapai 6,871 cm dan nilai faktor aman sebesar 0,612. Sebaliknya, pondasi cerucuk kayu bakau (kelompok) menghasilkan daya dukung ultimit (Qu) sebesar 116,305 ton dengan penurunan hanya sebesar 3,93 cm dan nilai faktor aman sebesar 1,449. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pondasi cerucuk kayu bakau memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan pondasi sumuran untuk kondisi tanah di lokasi studi, ditinjau dari kapasitas dukung yang lebih tinggi dan tingkat penurunan yang lebih aman.
No other version available