Text
ANALISIS PENGARUH PEMANASAN AWAL FILLER BERBASIS SEMEN PORTLAND TERHADAP KINERJA ASPAL DENGAN UJI MARSHALL
Asphalt Concrete–Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan aus pada perkerasan lentur yang secara langsung menerima beban lalu lintas dan pengaruh lingkungan. Kinerja lapisan ini sangat dipengaruhi oleh kualitas campuran aspal, khususnya suhu pencampuran dan jenis filler yang digunakan. Suhu pencampuran yang tidak sesuai dapat menyebabkan viskositas aspal tidak optimal sehingga berdampak pada stabilitas dan keawetan perkerasan. Selain itu, penggunaan filler berperan penting dalam meningkatkan ikatan antar material penyusun campuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi suhu pencampuran terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC dengan filler semen Portland. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental di laboratorium. Campuran AC-WC dirancang berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2025 dengan variasi suhu pencampuran 130°C, 140°C, 150°C, 160°C, dan 170°C. Pengujian karakteristik campuran dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan suhu pencampuran berpengaruh terhadap seluruh parameter Marshall. Nilai stabilitas meningkat dari 1098,25 kg pada suhu 130°C menjadi 1829,66 kg pada 170°C. Nilai MQ tertinggi diperoleh pada suhu 160°C sebesar 558,095 kg/mm. Nilai VIM yang memenuhi spesifikasi (3–5%) diperoleh pada suhu 150°C dan 160°C, sedangkan nilai VFA yang memenuhi spesifikasi (65–75%) hanya terdapat pada suhu 130°C dan 140°C. Secara umum, suhu 160°C memberikan kombinasi karakteristik mekanis terbaik berdasarkan nilai stabilitas dan MQ, meskipun tidak seluruh parameter volumetrik memenuhi spesifikasi
No other version available