Text
PENGARUH PENAMBAHAN BIO OIL TERHADAP KARAKTERISTIK UJI MARSHALL PADA CAMPURAN ASPAL AC - WC
Kualitas perkerasan jalan sangat dipengaruhi oleh material penyusunnya, khususnya campuran aspal dan agregat pada lapisan Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC). Seiring meningkatnya kebutuhan material ramah lingkungan, pemanfaatan limbah seperti minyak jelantah sebagai bio oil menjadi alternatif yang potensial. Minyak jelantah memiliki sifat yang mendekati aspal sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan fleksibilitas campuran serta mengurangi dampak pada pencemaran di lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah pengujian laboratorium berdasarkan standar SNI dan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Penentuan kadar aspal optimum (KAO) diperoleh sebesar 5,3%, kemudian dilakukan variasi penambahan bio oil sebesar 2%, 3%, 5%, dan 7% terhadap berat aspal. Pengujian dilakukan menggunakan metode Marshall untuk memperoleh parameter karakteristik campuran meliputi stabilitas, flow, Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), dan Marshall Quotient (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bio oil menyebabkan penurunan nilai stabilitas dari 1379,43 kg menjadi 1218,18 kg serta penurunan nilai MQ dari 384,957 kg/mm menjadi 341,545 kg/mm. Sebaliknya, nilai flow cenderung meningkat dan campuran menjadi lebih plastis, sementara nilai VIM menurun dan VFA meningkat hingga 81,053%. Secara umum, penambahan bio oil dapat meningkatkan fleksibilitas campuran namun menurunkan kekuatan strukturalnya. Oleh karena itu, penggunaan bio oil dari minyak jelantah disarankan pada kadar tertentu yang masih memenuhi spesifikasi agar diperoleh kinerja campuran yang optimal.
No other version available