Text
Pengaruh Penambahan Limbah Ekstrak Kedelai pada Beton Self-healing Dengan Metode Spray Ditinjau dari Kuat Tekan
Beton merupakan material konstruksi yang memiliki kekuatan tekan dan durabilitas tinggi, namun tetap rentan terhadap retakan mikro yang dapat menurunkan kinerja serta masa layan struktur. Retakan tersebut menjadi jalur masuk air dan zat agresif yang mempercepat degradasi beton dan meningkatkan biaya pemeliharaan. Salah satu inovasi yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini adalah teknologi self-healing concrete, yaitu beton yang mampu memperbaiki retakan secara mandiri melalui mekanisme kimia atau biologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah ekstrak kedelai terhadap kuat tekan beton serta mengevaluasi efektivitas metode spray dalam mengaktivasi proses self-healing. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi ekstrak kedelai sebesar 0%, 2% dan 4% dari berat semen. Benda uji berbentuk kubus berukuran 150 × 150 × 150 mm dirawat selama 28 hari, kemudian dilakukan peretakan terkontrol dan perlakuan spray selama 28 hari dalam kondisi ruang terkontrol. Pengujian kuat tekan dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan, serta analisis mikrostruktur menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) untuk mengamati pembentukan presipitasi kalsium karbonat (CaCO?). Hasil menunjukkan bahwa penambahan ekstrak kedelai meningkatkan kuat tekan beton, dengan nilai optimum pada variasi 2% sebesar 434,44 kg/cm² atau naik 3,79% dari beton normal. Pada metode spray, peningkatan lebih signifikan terjadi, dimana variasi 4% mencapai kuat tekan tertinggi sebesar 454,84 kg/cm² atau meningkat 8,66%. Hasil SEM menunjukkan adanya indikasi keberadaan ekstrak kedelai dalam mikrostruktur beton. Hal ini menunjukkan bahwa metode spray lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan self-healing beton.
No other version available