Text
Analisis Efektivitas Polimer Retarder Dan Jenis Asam Terhadap Distribusi Etched Width pada Proses Acid Fracturing
Well A-1 merupakan sumur yang terletak di teluk persia dengan kondisi batuan tight carbonate yag mengalami penurunan tekanan sehingga memerlukan stimulasi. Reservoir ini juga juga dipengaruhi mekanisme water drive dengan oil water contact relatif dekat, sehingga pertumbuhan panjang rekahan perlu dikendalikan agar rekahan tidak mencapai oil water contact yang berisiko memicu water breaktrough dan meningkatkan water cut. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh polimer retarder pada fluida PAD dan variasi jenis asam terhadap distribusi etched width serta konduktivitas rekahan pada proses acid fracturing. Metode yang digunakan adalah simulation research dengan perangkat lunak FracCADE menggunakan pendekatan controlled variables pada model Well A-1, yaitu sumur horizontal open hole offshore dengan temperatur reservoir 115°C, porositas 0,15, permeabilitas sekitar 2 mD, dan batas desain fracture half-length 150 ft. Variabel yang diuji meliputi PAD tanpa polimer, HPG, CMHPG, dan HEC, serta asam HCl 15% berupa straight acid, gelled acid, dan emulsified acid. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada variasi fluida PAD, CMHPG merupakan sistem paling efektif dengan Average Etched Width 0,101 in, Average Conductivity 1356 md.ft, dan FcD 8,3. Berdasarkan jenis asam, straight acid memberikan performa terbaik dengan Average Etched Width 0,101 in, Average Conductivity 1356 md.ft, dan FcD 8,3. Gelled acid juga menunjukkan kinerja tinggi dengan Average Etched Width 0,085 in, Average Conductivity 771 md.ft, dan FcD 4,6. Sedangkan pada kelompok emulsified acid, performa terbaik diperoleh dengan Average Etched Width 0,059 in, Average Conductivity 331 md.ft, dan FcD 2,0. Desain optimal diperoleh pada PAD berbasis CMHPG dengan staging straight acid diikuti emulsified acid, yang menghasilkan Average Etched Width 0,167 in, Average Conductivity 4661 md.ft, dan FcD 25,3.
No other version available